Beranda Hukum Kejaksaan NTB Interogasi Dua Tersangka Korupsi Proyek RSUD Lombok Utara

Kejaksaan NTB Interogasi Dua Tersangka Korupsi Proyek RSUD Lombok Utara

Mereka menjalani pemeriksaan didampingi oleh kelompok pengacara masing-masing.

Mataram (ANTARA) – Penyidik ​​Khusus Kasus Pidana Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggar Barat (Kejati NTB) memeriksa dua tersangka kasus dugaan korupsi sebagai bagian dari proyek penambahan unit perawatan intensif di RSUD Lombok Utara.

Kejaksaan Negeri NTB Dedi Irawan di Mataram mengatakan, Rabu, kedua tersangka yang diperiksa pertama kali berinisial HZ dan LFH.

“Mereka diperiksa didampingi oleh kelompok pengacara yang sesuai,” kata Dedi.

Padahal, kata dia, tiga tersangka sudah dipanggil penyidik ​​dalam agenda hari ini. Namun, hanya HZ yang hadir sebagai pelaksana proyek (PPK), dan direktur Konsultan LFH CV Indomulya dari konsultan pengawas proyek.

Menurut dia, inisial tersangka yang tidak hadir adalah inisial M.R., direktur PT Batara Guru Group yang menjadi penerima kuasa proyek 2019 senilai Rp 5,1 miliar.

“Alasannya (tidak ditentukan) adalah sakit,” katanya.

Untuk itu, Dedi memastikan akan menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging, serta tersangka lainnya yakni DKF, staf berpengalaman Konsultan Pengawasan CV Indomul yang saat ini menjabat Wakil Bupati Lombok Utara dan mantan Direktur RSUD Lombok SH.

Begitu pula dengan tersangka HZ dan LFH yang diperiksa hari ini. Keduanya dalam agenda studi lanjutan pada Kamis (11,04).

“Jadi penyelidikan (tersangka) masih berlangsung,” katanya.

Artikel sebelumyaKejaksaan NTB menemukan tanda-tanda keterlibatan pemerintah dalam kasus aset Lombok Barat.
Artikel berikutnyaHakim Umumkan Investigasi Kasus Perdagangan Kayu DLHK NTB