Beranda Hukum Kejaksaan Negeri Pasaman Barat Tahan Empat Panitia Lelang Rumah Sakit Daerah

Kejaksaan Negeri Pasaman Barat Tahan Empat Panitia Lelang Rumah Sakit Daerah

Simpang Empat, – (ANTARA) – Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, Sumatera Barat kembali menahan empat anggota panitia lelang pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tahun anggaran 2018-2020 pada Jumat malam.

Empat orang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) itu diduga menerima suap dan imbalan dalam penetapan pemenang tender dari PT MAN Energindo yang diinterogasi publik sekitar Rp 700 juta.

Kejaksaan Negeri Pasaman Barat Ginanjar Kahya Permana melalui Kepala Intelijen Elianto didampingi Kabag Khusus Andi Suryadi dan Kasi Datun Novandi mengatakan keempat orang tersebut merupakan mantan Kabid pengadaan berinisial AHS. dan tiga anggota Kelompok Kerja (Pokja) atau panitia berinisial LA, TA dan YE.

“Dengan penahanan empat orang ini, sejauh ini 11 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. 10 di antaranya ditahan, dan satu tersangka dibawa ke rumah sakit atau dirawat sehubungan dengan penyakit tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, empat tersangka diperiksa sebagai saksi saksi mulai pukul 10.00 WIB. Setelah memperoleh bukti yang cukup, empat ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan setelah diperiksa oleh tim medis.

Keempat tersangka diancam dengan Pasal 2, Pasal 3, Bagian 2 Pasal 5 jo Pasal 55 KUHP Federasi Rusia dan Pasal 11 jo Pasal 56 KUHP Federasi Rusia dengan ancaman penjara minimal 1 tahun, maksimal 5 tahun, denda minimal 50 juta rupiah dan maksimal 250 juta rupiah.

Sejauh ini, Kejaksaan Negeri Pasaman Barat telah menetapkan 11 tersangka dalam kasus pembangunan RS Pasaman Barat dengan plafon di atas Rp 134 miliar.

Ke-11 tersangka tersebut adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial NI, perwakilan atau pihak ketiga berinisial HAM, direktur PT MAM Energindo, inisial AA, penggunaan anggaran kegiatan, atau mantan direktur RSUD. yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial Y, BS, HW dan inisial MY direktur manajemen konstruksi.

Kemudian empat komite AS, LA, TA dan YE. Dari 11 tersangka, 10 orang diamankan dan dibawa ke Rutan Polres Pasaman Barat. Sedangkan satu tersangka berinisial HW dibawa ke rumah sakit atau mendapat perawatan medis karena sakit.

Dia menjelaskan, kasus mega proyek tersebut juga termasuk dugaan suap senilai Rp 4,5 miliar, kerugian konstruksi lebih dari Rp 20 miliar, dan ditemukan kerugian perencanaan.

Tersangka hak asasi manusia juga telah kembali ke kantor kejaksaan menyusul dugaan suap senilai Rs 3,8 miliar yang diterima pada Selasa (23 Agustus).

“Total jumlah suap dan imbalan yang kami terima dalam kasus ini mencapai Rp 4,5 miliar. Namun, kami akan terus menyelidiki masalah suap dan hadiah, ”katanya.

Dia menegaskan tidak akan berhenti sampai di situ dan akan terus mengejar tersangka lain dan mereka yang menerima suap dan tip.

Artikel sebelumyaRuth Sahanaya siap menantang "Mengikuti getaran" musim kedua
Artikel berikutnyaBawaslu Kota Malang sosialisasikan pembentukan pengamat khusus