Beranda Hukum Kejaksaan Aceh mengejar sejumlah tersangka korupsi pembangunan jembatan

Kejaksaan Aceh mengejar sejumlah tersangka korupsi pembangunan jembatan

Ada lebih dari dua calon tersangka, baik dari instansi pengelola anggaran maupun dari kontraktor pelaksana.

Gang Aceh (ANTARA) – Penyidik ​​Kejaksaan Tinggi Aceh (Kejati) mengejar sejumlah tersangka kasus korupsi (typikor) pembangunan Jembatan Kuala Gigieng di Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidiye, yang berasal dari Aceh tahun 2018 lalu. anggaran pendapatan dan belanja negara sebesar Rp1,8 miliar.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Negeri Aceh R. Raharjo Yusuf Vibisono di Banda Aceh, Jumat, mengatakan para korban merupakan tersangka dari instansi terkait dan rekanan atau kontraktor pelaksana.

Menurut dia, penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan tersebut sudah masuk ke tahap penyidikan.

“Hingga saat ini, kami belum menyebutkan nama tersangkanya. Namun, ada lebih dari dua calon tersangka, baik dari instansi pengelola anggaran, maupun dari pelaksana,” kata R. Raharjo Yusuf Vibisono.

Raharjo Yusuf Wibisono mengatakan penyidik ​​terus mengusut kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Kuala Gigieng di kawasan Simpang Tiga, Kabupaten Pidi. “Di antaranya adalah pengumpulan informasi dari para ahli. Namun, kami tidak dapat meminta informasi karena kontak dengan COVID-19, ”kata Raharjo juga.

“Informasi yang kami terima, ahli dari Universitas Siya Kuala sudah sembuh. Kami berencana mengumpulkan bukti dari ahli minggu depan, ”katanya lagi.

Selain keterangan ahli, Raharjo mengatakan pihaknya juga akan mengajukan kasus ke Badan Keuangan dan Pembangunan Indonesia (BPKP) perwakilan Aceh untuk menentukan kerugian negara.

“Setelah kerugian negara ditetapkan, para tersangka akan diidentifikasi. Para tersangka ini akan diidentifikasi dalam waktu dekat,” ujarnya.

Jembatan Kuala Gigieng di Gampong Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidi, dibangun dalam tiga tahap. Tahap pertama selesai pada TA 2017 dengan pembangunan dua pondasi jembatan dengan anggaran sebesar Rs 1,4 miliar.

Tahap kedua tahun 2018 meliputi pekerjaan rangka baja dengan anggaran Rp 1,8 miliar, dan tahap ketiga tahun 2019 meliputi pekerjaan pengecoran dan pengaspalan dengan anggaran Rp 1,4 miliar.

“Pekerjaan pemasangan rangka baja senilai Rs 1,8 miliar yang didanai APBA untuk 2018 sedang diselidiki. Dan tidak menutup kemungkinan pekerjaan selama dua tahun anggaran lainnya juga akan diselidiki,” kata R. Raharjo Yusuf Vibisono.

Artikel sebelumyaFraksi PCB se-Jawa Tengah membeli dan mendistribusikan lauk pauk di warung desa
Artikel berikutnyaKetua DNRD Surabaya menyebut perang melawan COVID-19 awal dari gotong royong