Beranda Hukum Kejagung tangkap DPO karena mencuri cangkang sawit Benkulu

Kejagung tangkap DPO karena mencuri cangkang sawit Benkulu

Bengkulu (ANTARA) – Kejaksaan Agung menangkap tersangka kasus pencurian cangkang kelapa sawit di perusahaan perkebunan Bengkulu, Rosit Joko Santoso (55), yang telah buron selama tiga tahun. bertahun-tahun.

Asisten Reserse Kriminal Umum Kejaksaan Tinggi Bengkulu Sri Tatmal Wakhanani di Bengkulu pada Sabtu melaporkan, buronan Rosit (DPO) ditangkap di sebuah kompleks perumahan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (02/09) lalu.

“Terdakwa tiba di Benkulu dan langsung dieksekusi di Penjara Bentyring. Penangkapan ini merupakan hasil kerjasama kelompok intelijen Kejaksaan Agung dengan Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Agung Benkulu,” kata Shri.

Ia menjelaskan, Mahkamah Agung (MA) dalam putusan kasasi 2018 menyatakan Rosit terbukti bersalah melakukan penggelapan di kantor karena secara bersama-sama mencuri cangkang sawit milik PT Bio Nusantara Tekhnologi.

Mahkamah Agung memvonis Rosita, yang saat itu menjabat sebagai manajer pemasaran di perusahaan tersebut, dengan hukuman 1,6 tahun penjara karena terbukti melanggar pasal 374 KUHP jo ayat 1-1 pasal 55 KUHP. Code bersama terdakwa lainnya, Sesep.

Gugatan itu diajukan Kejaksaan Agung Bengkulu setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Bengkulu menyatakan Rosit tidak bersalah pada 2017 dan membatalkan semua dakwaan terhadapnya.

“Saat hendak dieksekusi, tersangka melarikan diri, dan tersangka lainnya masih dianiaya,” kata Shri.

Usaha ini dimulai pada akhir tahun 2012, ketika PT Bio Nusantara Tekhnologi mengadakan kontrak penjualan cangkang kelapa sawit dengan PT Panca Makmur Bersama.

Setelah kontrak berlaku selama satu tahun, pengiriman cangkang dihentikan, sehingga PT Panca Makmur mengirim surat kepada PT Bio Nusantara Tekhnologi meminta mereka mengembalikan sisa pembayaran cangkang kelapa sawit yang tidak dikirim.

Setelah surat tersebut ditulis, Terdakwa Rosit melaporkan hal tersebut kepada atasannya yaitu Terdakwa Sesep Wahyu selaku Wakil Direktur Jenderal.

Cangkang kelapa sawit ternyata dijual ke perusahaan lain tanpa kontrak dengan harga Rs 400 per kilogram. Telah dilaporkan bahwa sekitar 8.402 ton cangkang kelapa sawit telah terjual dengan nilai total lebih dari Rp 3.360 miliar.

Terdakwa Rosit kemudian mengembalikan sisa cangkang kelapa sawit yang belum dikirim ke PT Panca Makmur senilai lebih dari Rp 520 juta. Namun, selisih keuntungan dari penjualan sisa cangkang kelapa sawit ke perusahaan lain tanpa kontrak dibagi rata antara Rosit dan Cecep.

Artikel sebelumyaDitabrak narkoba, polisi menangkap komik CP
Artikel berikutnyaBinda Maluku tingkatkan vaksinasi pelajar di Ambon