Beranda Nusantara Kebakaran Taman Nasional Riau padam setelah 16 kali ledakan air

Kebakaran Taman Nasional Riau padam setelah 16 kali ledakan air

Kebakaran di Taman Nasional Bukit Tigapulukh padam dengan 16 sekat air

Pekanbaru (ANTARA) – Kebakaran di Taman Nasional Bukit Tigapulukh, Provinsi Riau di Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, berhasil dipadamkan pada 24 Juli 2021 setelah berbagai upaya dilakukan berbagai pihak, di antaranya dengan meledakkan bom air.

Sekelompok pasukan darat dan udara, serta petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau dan beberapa warga setempat melakukan berbagai upaya untuk memadamkan api.

“Kebakaran di Taman Nasional Bukit Tigapulukh terjadi dua hari yang lalu dan api berhasil dipadamkan dengan 16 waterboom, namun sekarang pada Senin (26/7) satgas udara telah menemukan titik api lagi, tetapi masih di Bukit Tigapulukh. Taman nasional,” kata Edi Afrizal, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau M, di Pekanbaru, Senin.

Dikatakannya, di beberapa titik ditemukan lokasi lain yang katanya juga ikut terbakar, dan helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombardir untuk memadamkan api.

Dikatakannya, api berhasil dipadamkan oleh tim darat dan udara, dan penyebab kebakaran di taman nasional tersebut diduga karena kegiatan atau pembukaan lahan untuk perkebunan.

“Saya kira kebakaran di taman nasional itu terjadi karena ulah oknum warga, karena hutan tidak bisa dibakar begitu saja, perlu dilakukan pembukaan lahan untuk perkebunan baru,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Riau Syamsuar mengingatkan masyarakatnya bahwa tidak mungkin membuka lahan dengan cara dibakar, karena melanggar undang-undang dan bisa dipidana dengan pidana penjara.

“Masyarakat yang akan menanam atau berkebun harus mencari lahan baru sesuai prosedur atau tidak memperpendek jalan dengan membakar semak-semak, sehingga pada akhirnya berdampak luas. Kalau tidak sesuai prosedur, akan ditangani aparat penegak hukum,” kata Shyamsuar.

Dia menjelaskan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Riau terutama disebabkan oleh masyarakat yang membuka lahan untuk perkebunan dan pertanian.

Aparat kepolisian saat ini juga akan mengambil tindakan tegas terhadap semua pembakar lahan, baik masyarakat maupun korporasi.

Gubernur Syamsuar juga meminta penegak hukum dan Satgas Karhutla (Satgas) Riau menangkap orang-orang yang membakar lahan di wilayah Riau, karena ada dugaan tindakan tersebut disengaja untuk membuka lahan perkebunan.

Artikel sebelumyaGempa berkekuatan 6,5 SR mengguncang Tojo Una-Una
Artikel berikutnyaKeretakan lokal yang misterius menyebabkan gempa berkekuatan 6,5 di Toho Una-Una