Beranda News Kapolri Minta Vorkopimda Sumbar Percepat Vaksinasi Lansia

Kapolri Minta Vorkopimda Sumbar Percepat Vaksinasi Lansia

meminta Forkopimda Sumbar untuk tidak menggelar acara yang berpotensi memprovokasi massa.

Jakarta (ANTARA) – Kapolri Jenderal Paul Listio Sigit Prabowo meminta Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar untuk mempercepat vaksinasi COVID-19, khususnya bagi lansia.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, Sigit mengingatkan masyarakat yang menjadi korban COVID-19, sebagian besar adalah para lansia. Oleh karena itu, perlu dilakukan percepatan vaksinasi pada lansia.

“Tentunya perlu ada langkah khusus, yang sekarat biasanya usia rentan atau lanjut usia, ini harus dilihat sebagai strategi untuk memvaksinasi orang yang terpapar COVID-19,” kata Sigit.

Saat memimpin rapat koordinasi dengan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tiajanto bersama Forum Penghubung Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar (Sumbar), di Gedung Gubernur Padang, Rabu, Sigit menyoroti tren peningkatan kasus di daerah. yang perlu diawasi.

“Dari 131 kabupaten/kota yang mengalami peningkatan, ada delapan kabupaten/kota di Sumbar yang mengalami peningkatan. Oleh karena itu, mohon diperhatikan agar klaster tidak tumbuh dan timbul,” kata Sigit.

Sigit juga mengingatkan, kedisiplinan pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) tetap harus dijunjung tinggi dan tidak boleh dilonggarkan, meski jumlah harian COVID-19 kini menurun.

“Saat ini terjadi penurunan level yang cukup besar di wilayah Sumbar. Ini berarti ada kelonggaran dalam menurunkan level, sehingga kemajuan mulai diabaikan. Ini yang harus diingatkan,” kata Sigit.

Selain tidak mengabaikan prosedur medis dan mempercepat vaksinasi, hal itu juga merupakan upaya proaktif untuk mencegah munculnya COVID-19 selama Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), menurut mantan Kapolda Banten.

“Akan ada resikonya, apalagi jika berhadapan dengan Nataru yang biasanya bertemu dengan orang-orang yang sedang sibuk dengan aktivitasnya. Setiap hari libur ada peningkatan,” kata jenderal bintang empat itu.

Sigit juga mengimbau Forkopimda Sumbar untuk tidak menggelar acara yang berpotensi memprovokasi massa. Disarankan untuk mengadakan acara secara virtual atau online.

“Agar ada acara”hibrida“Atau lebih baik, virtual. Tempat wisata silahkan install aplikasi PeduliLindung,” kata Sigit.

Sigit mengatakan sinergi dan soliditas TNI, Polri, Pemprov, tokoh agama dan masyarakat harus terus diperkuat sebagai salah satu kunci strategi penanganan COVID-19 saat ini.

Hal ini sejalan dengan Indonesia yang menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara dalam hal penanganan dan pengendalian virus corona SARS-CoV-2.

Karena itu, Sigit menekankan, tren positif ini harus dipertahankan. Seperti yang diarahkan oleh Presiden Joko Widodo (Djokovi), ia selalu menekankan bahwa seseorang tidak dapat mengabaikan atau mengabaikan untuk mencegah lonjakan COVID-19 melalui disiplin prox dan vaksinasi yang dipercepat.

Pada kesempatan ini, Pangdam dan Kapolres juga menyampaikan terima kasih kepada Forkopimda Sumbar yang telah mempercepat vaksinasi karena mereka telah memulai sosialisasi vaksin di Sumbar (Sumdarsin) di Tanah Minang. Namun ke depan harus ditingkatkan.

“Mengenai progres vaksinasi yang dilakukan, Alhamdulillah sudah terlihat perkembangannya sejak pekan lalu di posisi 32, saat ini di posisi 24-26. Jadi menurut saya ini adalah hasil kerja keras rekan-rekan di Forkompimda dan tim vaksinasi. Dalam hal ini, saya apresiasi bersama-sama dengan komandan,” ujarnya.

Selain memimpin rapat Forkopimda, Panglima dan Kapolri juga meninjau secara langsung pelaksanaan vaksinasi serentak yang dilakukan oleh Sumbar Vaccine Awareness (Sumdarsin) di GOR H. Agus Salim, Padang, Sumatera Barat. Acara tersebut digelar serentak di 221 lokasi.

Saat itu, keduanya juga menyempatkan diri untuk menyapa secara virtual wilayah lain di Sumbar untuk mendengar secara langsung penanganan dan pengendalian Covid-19.

Artikel sebelumyaDanlantamal: audit kinerja mendorong organisasi untuk bertindak sesuai aturan
Artikel berikutnyaNarapidana Kasong Kalimantan Tengah Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan