Beranda Hukum Kapolres Sulsel Ungkap Cara Pengiriman Sabu 75kg di Jalur Ekspedisi

Kapolres Sulsel Ungkap Cara Pengiriman Sabu 75kg di Jalur Ekspedisi

Makassar (ANTARA) – Kapolda Sulsel Merdisam mengatakan Satgas Narkoba mampu mendeteksi dan mencegah pengiriman sabu seberat 75 kilogram dan 32.747.000 butir ekstasi melalui jalur darat dan laut secara ekspedisi. . …

“Saat ini sudah ada tiga tersangka yang diamankan. Pertama, SYF, 37, ABD, 24, sopir yang membantu tersangka SYF dan FTR yang berusia 28 tahun,” kata Capolda saat menyelesaikan kasus di Mapolres Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa.

Mengenai cara kerja tersangka SYF, dia mengaku menyamar seolah-olah bekerja sebagai sopir truk. Ia kemudian memasukkan narkoba ke dalam kargo truk kargo dan mengangkutnya seolah-olah menjadi bahan ekspedisi dari Surabaya ke Makassar.

SYF adalah perusahaan pengangkut dan penyalur langsung di wilayah Sulawesi yang mengangkut sabu dan ekstasi dari kota Surabaya dengan truk untuk angkutan darat dan laut.

Setibanya di Makassar, lanjutnya, barang bukti itu dipecah sesuai perintah TNI AL yang dikenal sebagai kepala agen pelayaran. Selain itu, tersangka FTR yang menerima barang sesuai pesanan operator di jaringan tersebut kemudian diserahkan kepada pembeli sabu dan ekstasi.

Dari hasil interogasi, SYF mengaku dua kali membawa sabu dan ekstasi dari Surabaya ke Makassar antara Maret hingga Agustus 2021. Pengiriman pertama sabu seberat 17 kilogram berhasil dilakukan pada Maret 2021. Dan pengiriman terbesar kedua berhasil terganggu – hanya 75 kilogram.

“Jadi ini karena tugasnya sebagai pengangkut barang sepanjang jalur ekspedisi, diantar langsung dari kota Surabaya ke Makassar, dengan lump sum 150-400 juta rupiah,” kata Capolda.

Modusnya menggunakan truk ekspedisi dengan nomor polisi DD 8647 RM (sudah dijaga). Menurutnya, setiap kali berangkat dari Surabaya ke Makassar, ekspedisi ini tidak pernah menurunkan muatannya.

Terkait jalur peredaran barang haram tersebut, Kapolsek mengatakan, Sulawesi Selatan merupakan penerima utama barang tersebut, selebihnya diangkut ke Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo untuk diserahkan kepada pembeli narkoba.

Kapolres menjelaskan, saat kasus sabu-sabu seberat 75 kg itu terungkap, penangkapan dilakukan di dua tempat berbeda. Pada Rabu, 25 Agustus, pukul 19.00 WITA, dua pelaku, SYF (37) dan ABJ (24), ditahan di sebuah hotel di Jalan Sudirman.

Selain itu, kelompok khusus Badan Narkoba dan Narkoba menangkap satu lagi penjahat berinisial FTR pada Sabtu 28 Agustus 2021 pukul 01.00 WITA di sebuah hotel di Jalan Mappanyukki, Kecamatan Mariso, Makassar.

Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) I, SYF dan ABJ ditangkap dengan barang bukti 30 bungkus sabu seberat 30 kilogram dan satu bungkus pil ekstasi, satu tas hitam dan dua koper, serta dua ponsel. Dari pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan barang bukti 10 kilogram sabu dan satu bungkus ekstasi, serta satu truk di kediaman SYF di Pampanga, Kecamatan Panakukang.

Barang bukti saat itu adalah 40 kilogram sabu dan 4.000 butir ekstasi. Pengembangan berlanjut hingga Sabtu 28 Agustus 2021, pukul 01.00 WITA, pelaku lain berinisial FTR (28) ditangkap di salah satu hotel Jalan Mappanyukki, dengan barang bukti 35 kilogram sabu dan enam bungkus 28.747 ekstasi. pil, satu koper besar dan enam bungkus pil ekstasi, ransel hitam.

Merdisam bersaksi bahwa hubungan antara tersangka SYF dan FTR adalah anggota jaringan sindikat perdagangan narkoba yang diduga jaringan internasional dari Malaysia dan Filipina.

Kasus besar ini terpecahkan berkat kerja keras Satreskrim Polda selama dua bulan terakhir. Saat ini, Timsus Ditresnarkoba Polda telah berkoordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri dalam jaringan ini, sejak dikendalikan sejak awal.

Artikel sebelumyaWapres: Pelayanan LPSK harus tetap prima meski di tengah pandemi
Artikel berikutnyaBeberapa fraksi mengalokasikan biaya pemakaman pada paripurna RPJMD Jember