Beranda Warganet Kapal Kato peninggalan sejarah Sultan Siak kondisinya memprihatinkan.

Kapal Kato peninggalan sejarah Sultan Siak kondisinya memprihatinkan.

Jika tawaran itu dicoret karena berbagai alasan, pihaknya akan mengumpulkan satu juta koin lagi untuk melindungi nilai peninggalan SSK II.

Siak (ANTARA) – Kapal Kato yang ditinggalkan Sultan Siarif Qasim (SSK) II di Istana Siak, Provinsi Riau, tertutup lumut dan karat.

“Kami sedih melihat keadaan kapal Kato yang dibiarkan begitu saja. Memang awalnya kontroversi ini ramai diperbincangkan di media sosial, kemudian kami bertemu dan membahas kondisi ini,” ujar ketua Pelindung Cagar Budaya Siak (PCBS). Tatang Syafravi di Siak, Jumat.

Dikatakannya, hasil pembahasan PCBS tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan yaitu pengumpulan uang sejuta untuk biaya perawatan kapal Kato, jika tidak ada perhatian dari pihak yang bertanggung jawab. Bersamaan dengan itu, pemindahan kapal ke tepian Sungai Siak untuk membuka destinasi wisata baru sedang dibahas.

Menanggapi upaya tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Fawzi Asni kemudian menggelar pertemuan yang dihadiri oleh PCBS dan beberapa tokoh masyarakat seperti Sujarvo.

Dia mendesak Fawzi Asni untuk segera menanggapi kekhawatiran masyarakat Siak tentang kondisi kapal.

“Sebagai putra Siak, kami sangat mencintai nilai-nilai sejarah di negeri tercinta ini, sehingga generasi mendatang juga akan menghargainya, bahkan bangga dengan sejarah negaranya,” ujarnya.

Menurut penasihat PCBS Joko Suliso, ketika mengumpulkan uang sejuta, pemimpin muda siak Rollis Mukhtar menghubungi PCBS untuk bertemu dengan kepala biro pariwisata.

Namun, menurut Joko, Fawzi Azni awalnya hanya merespon dengan tindakan regulasi, seperti mengusulkan anggaran pengecatan dan pemeliharaan dalam APBD Siaka tahun 2022.

“Jika ini tidak menjadi prioritas, bisa dicoret saat diskusi. Kemudian Fawzi hanya mengatakan bahwa pihaknya akan menjamin anggaran dan menyerahkannya ke SIPD. Katanya sudah setuju dengan Bappa,” kata Joko.

Menurutnya, anggaran yang diajukan Dinas Pariwisata untuk APBD Kabupaten Siak tahun 2022 lumayan. Namun, biasanya APBD 2022 diluncurkan pada Mei, sehingga tenggat waktu terlalu lama dan keadaan Kapal Kato menjadi perhatian utama.

Mendengar panggilan tersebut, Fawzi berjanji akan bekerja sama untuk membersihkan kapal Kato dalam waktu dekat.

Joko Susilo menegaskan pihaknya akan memenuhi janji Kepala Dinas Pariwisata Siak.

Jika tawaran itu dicoret karena berbagai alasan, pihaknya akan mengumpulkan satu juta koin lagi untuk melindungi nilai peninggalan SSK II.

“Jika kamu mau reorientasi, rasionalisasi anggarannya nanti ya silahkan. Jangan khawatir tentang anggaran Kapal Kato. Jika ini dilanggar, berarti pemerintah Kabupaten Shiak menyerukan perang antar masyarakat, dan jelas kami siap untuk ini, ”kata Joko.

Kepala Pariwisata Siaka Fawzi Asni membenarkan bahwa dia bertemu dengan masyarakat dan PCBS untuk membahas kapal Kato.

Ia tak memungkiri kondisi buruk kapal Kato.

“Saya tidak menganggap ini sebagai kontroversi, tetapi ini adalah kritik yang membangun dan penceritaan komunitas yang konstruktif. Bahkan, saya bersyukur atas perhatian yang besar terhadap khazanah situs cagar budaya kita,” kata Fawzi.

Dia mempertimbangkan ide dan saran dari masyarakat dalam pertemuan tersebut. Terkait hal itu, dia berjanji akan menerapkan dua solusi khusus untuk perawatan kapal Kato.

Dalam waktu dekat, ia dan staf di Dinas Pariwisata Siaka akan bekerja sama dengan masyarakat untuk membersihkan kapal Kato.

“Pemkab juga memberikan dana pengecatan dan renovasi dalam APBD Siak 2022. Kami berharap anggaran ini tidak dicoret. Usulan anggaran ini juga kami prioritaskan,” ujarnya.

Artikel sebelumyaKhedar Nasir Minta Jenderal Andik Perkas Tingkatkan Integritas TNI
Artikel berikutnyaCPPA: Diperlukan Sanksi untuk Kasus Pemerkosaan di Padang