Beranda Hukum Kak Seto berharap syarat hukum yang maksimal bagi pelaku kejahatan seksual di...

Kak Seto berharap syarat hukum yang maksimal bagi pelaku kejahatan seksual di bawah umur

Persyaratan maksimal dikenakan justru pada pelaku tindak pidana dewasa yang telah melanggar hak-hak anak.

Pontianak (ANTARA) – Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Muladi atau Kak Seto berharap Kejaksaan Tinggi Kalbar (Kalbar) (Kejati) akan menjatuhkan hukuman maksimal kepada pelaku tindak pidana seks dengan korban anak, sehingga untuk memastikan efek jera.

“Syarat maksimal bagi pelaku tindak pidana dewasa yang melanggar hak anak,” kata Kak Seto dalam webinar anak oleh jaksa di Pengadilan Tinggi Kalbar, Kamis.

Ia menjelaskan, kekerasan seksual sudah menjadi kejahatan ekstrem, sehingga tidak boleh membuka ruang yang lebih luas bagi para pedofilia untuk melakukan tindakannya.

“Beberapa orang asing yang berbicara dengan saya seolah-olah Indonesia adalah pedofil di surga,” katanya lagi.

Ia berharap kejaksaan sedapat mungkin mendakwa pelaku kejahatan seksual, khususnya pelaku kejahatan seksual terhadap anak, sehingga diperlukan kerjasama semua pihak.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar Masihudi mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memperjuangkan dan mengutamakan hati nurani dalam menjalankan tugasnya serta tidak mengabaikan kepentingan anak yang terjerat hukum.

“Jaksa yang menangani anak adalah jaksa yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan, artinya menurut pimpinan mereka peduli terhadap anak, kebutuhannya, pendidikannya dan sebagainya,” ujarnya.

Dijelaskannya, untuk mencegah anak terjerumus ke dalam hukum sebagai pelaku kejahatan, pihaknya juga akan memprioritaskan sosialisasi di seluruh wilayah yang ada agar masyarakat teredukasi dan melindungi anak dari perbuatan melanggar hukum.

“Anak-anak yang melanggar hukum juga ada faktor pendidikan orang tuanya, seperti anak yang tidak terawasi, sehingga seperti yang dikatakan Kak Seto, masyarakat harus lebih memperhatikan dan mendidik anak-anaknya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga menawarkan Gubernur Kalbar pasal perlindungan anak hingga ke tingkat kabupaten. “Karena dalam hal ini kita tidak hanya berbicara tentang penegakan hukum, tetapi juga tentang tindakan preventif, yaitu bagaimana menghadapi ketahanan dalam keluarga dan antar keluarga, serta di masyarakat setempat,” katanya.

Artikel sebelumyaMantan pengedar ganja polisi didakwa dengan artikel berlapis-lapis
Artikel berikutnyaPolres Tanimbar Selesaikan Pembunuhan Dua Warga Karena Sengketa Tanah