Beranda News Jokowi serukan perombakan total terhadap layanan keimigrasian

Jokowi serukan perombakan total terhadap layanan keimigrasian

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo menuntut perubahan menyeluruh terhadap pelayanan keimigrasian Indonesia karena selama ini banyak pengaduan.

“Jadi kami banyak melihat dan memberi tahu saya, baik dari investor maupun wisatawan, sebagai orang yang ingin mendapatkan izin tinggal Kitas (kartu tinggal terbatas), saya merasakan aura bahwa kantor imigrasi masih mengatur dan mengontrol”, kata presiden dalam video yang diunggah ke kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadirkan rapat kabinet terkait dengan tanggung jawab terbatas. visa pada saat kedatangan (Voice of America) dan Kitas di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (9 September).

Perubahan layanan keimigrasian diperlukan jika Indonesia ingin meningkatkan arus investasi dan meningkatkan jumlah wisatawan asing, kata Jokowi.

“Terus? Pada akhirnya apa? berubah,” katanya.

Jika, lanjutnya, dalam hal pemberian visa atau kitas kepada investor asing, perlu juga mempertimbangkan besaran nilai investasi, jumlah lapangan kerja yang terbuka, kontribusi terhadap perekonomian, dan peningkatan ekspor.

Jokowi mencontohkan sejumlah negara yang mempermudah memperoleh visa dan izin tinggal bagi warga negara asing yang memiliki peluang ekonomi dan keterampilan khusus.

“Jadi, orang diberi, baik itu visa, yang namanya Kitas – kalau kita beri – mereka melihatnya. Jika dia seorang investor, berapa nilai investasinya? neraka? Dia melihat, negara harus melihat. Dia membuka pekerjaan untuk berapa ribu orang, neraka? Atau seberapa besar kontribusinya terhadap perekonomian kita, neraka? Orientasi harus; atau meningkatkan ekspor sebesar apa, neraka“?” jelasnya.

Jadi Jokowi ingin memastikan layanan keimigrasian lebih fungsional lagi dan tetap mempertahankan gaya lama. Menurutnya, visa dan Kitas bagi investor asing dan tenaga ahli diyakini dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

“Ini dan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kita. Kita benar-benar harus mulai, Pak Menteri, untuk mengubah ini, Pak. Ubah jika Anda berpikir demikian. Tidak memiliki kemungkinan pembaruan seperti ini. Ubah semuanya, dari CEO ke bawah, ubah, Anda akan berubah. Jika sebuah Tidak, Tidak akan berubah,” tutup Presiden.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Wakil Presiden Maruf Amin, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfoud M.D., Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Jason Laoli. , Menteri Keuangan Shri Mulyani Indravati, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Kapolri Jenderal Paul. Listjo Sigit Prabowo dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Artikel sebelumyaMeutia Khafid melahirkan anak pertama
Artikel berikutnyaPuan serukan peningkatan kerja sama antara Indonesia dan Uzbekistan