Beranda Hukum Jaksa PKC Gagal Menyerahkan Salinan Memorandum Pembelaan kepada Ade Yassin

Jaksa PKC Gagal Menyerahkan Salinan Memorandum Pembelaan kepada Ade Yassin

Dengan tidak adanya replika, penasihat hukum kami tidak akan secara otomatis membuat duplikat.

Bandung (ANTARA) – Kejaksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan untuk tidak menanggapi (meniru) nota pembelaan atau permintaan kelambanan Bupati Ade Yasin yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung. , Jawa Barat, Senin.

Putusan JPU secara otomatis memaksa majelis hakim yang diketuai Hera Kartiningsich untuk segera memutus kasus dugaan suap terhadap auditor BPC tersebut. Majelis hakim memutuskan membacakan putusan pada Jumat (23/9).

Pengacara Ade Yasin Dinalara Butar Butar menilai tidak ada tanggapan atau retort terhadap nota pembelaan kliennya dari jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (BPK), menunjukkan bahwa kasus dugaan suap terhadap auditor BPK adalah diselesaikan tanpa partisipasi Ade Yasin.

“Kalau JPU tidak memberikan keterangan, itu haknya (jaksa). Tapi menurut kami jangan berkomentar, karena dalam pembelaan sudah kami ungkapkan secara jelas,” kata Dinalara.

Namun, dia menghormati tuntutan jaksa yang dibacakan di persidangan, Senin (9/12). Ia kemudian berharap majelis hakim bersikap objektif dalam mengambil keputusan, yang akan dibacakan pada Jumat, 23 September 2022.

“Kami menghormati keputusan jaksa untuk tidak berkomentar. Tanpa adanya replika, konsultan hukum kami tidak otomatis membuat replika,” ujarnya.

Dinalara meminta majelis hakim yang diketuai Gera Kartiningsich membebaskan kliennya dari tahanan, karena terbukti tidak bersalah dalam dugaan suap terhadap auditor DBK.

“Membebaskan terdakwa Ade Yasin dari segala dakwaan, membebaskannya dari tahanan, mengembalikan martabat dan nama baik terdakwa ke negara asalnya, membebankan biaya hukum kepada negara,” kata Dinalara membacakan nota pengakuan bersalah atau keterangan di pengadilan untuk kasus korupsi. di Bandung, Jawa Barat, Senin.

Ia juga meminta hakim memerintahkan PKC untuk mengembalikan kepada kliennya barang bukti berupa telepon genggam dan amplop berisi uang sejumlah 2.770 dollar AS.

Tim penasihat hukum Ade Yassin akan gencar mengupayakan upaya hukum lain jika hakim menyatakan kliennya bersalah, katanya, jika hanya dengan menjatuhkan hukuman satu hari penjara padanya.

“Terdakwa telah dimintai pertanggungjawaban pidana selama satu hari, kami akan terus mempertahankan upaya hukum karena terdakwa tidak bersalah dan terdakwa bukan pelaku tindak pidana korupsi,” katanya juga.

Dalam persidangan sebelumnya, jaksa PKC meminta hakim untuk menghukum Ade Yasin tiga tahun penjara dengan denda Rs 100 juta dan tambahan hukuman hingga enam bulan penjara. Kemudian mereka memberikan tambahan masa perampasan hak politik selama lima tahun.

“(Menuntut) Ade Yassin hukuman tiga tahun penjara, diikuti denda Rp 100 juta dan tambahan enam bulan,” kata jaksa PKC Rony Yusuf.

Artikel sebelumyaPolisi tangkap ayah pelaku pencabulan anak kandung berusia 2 tahun di Bengkulu
Artikel berikutnyaCrush Berkolaborasi Dengan J-Hope Untuk Single Baru