Beranda Hukum Jaksa menuduh Strong Marouf menyiapkan pisau untuk membunuh Brigadir Jenderal J.

Jaksa menuduh Strong Marouf menyiapkan pisau untuk membunuh Brigadir Jenderal J.

Ibu harus bertanggung jawab kepada Ayah agar tidak ada duri dalam rumah tangga ibu di rumah ini.

Jakarta (ANTARA). Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin mengatakan Strong Marouf, seorang au pair (ART) dan sopir keluarga Ferdy Sambo, telah berinisiatif menyiapkan pisau dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Jenderal J

“Atas inisiatif dan kemauannya sendiri, dia membawa pisau di tas jinjingnya, yang dapat digunakan kapan saja jika korban Nofriansyah Yosua Khutabarat memulai perkelahian,” kata jaksa di depan majelis hakim.

Dalam pembacaan dakwaan disebutkan Strong Marouf masuk ke rumah dinas Duren Tiga untuk mengawal Brigadir J ke Ferdy Sambo dan Bharada E sebelum peristiwa berdarah itu terjadi.

“Kedudukan Terdakwa Strong Maruf berada di belakang saksi Ferdy Sambo, S.H., SIC, M.H., dan saksi Riki Rizal Wibowo berada di belakang saksi Richard Eliezer Pudihang Lumiu,” ujarnya.

Sebelumnya, ia bahkan dikabarkan menutup pintu balkon rumah dinas Duren Tiga, meski saat itu kondisi masih ringan, dan itu adalah pekerjaan orang lain di rumah itu, bukan miliknya.

JPU juga menyatakan Strong Marouf mendesak Putri Kandrawati untuk melaporkan kegiatan Brigjen J di Magelang Ferdy Sambo, meski saat itu yang bersangkutan belum mengetahui secara pasti apa yang terjadi.

“Katakan, ‘Ibu harus lapor ayah agar tidak ada duri di rumah ibu di rumah ini,'” kata jaksa menirukan kata-kata Strong kepada Putri.

Jaksa mengatakan Strong Marouf, Putri Kandravati, Richard Eliezer Pudihang Lumiu dan Ricky Rizal seharusnya masih bisa melaporkan niat Ferdy Sambo untuk mencabut nyawa Brigjen J.

Namun, menurut jaksa, hal itu tidak dilakukan agar korban Nofriansyah Yosua Khutabarat tidak datang ke rumah dinas.

Atas perbuatannya, Strong Marouf didakwa dengan pembunuhan berencana Brigjen J, bersama Ferdy Sambo, Putri Kandrawati, Richard Eliezer, dan Ricky Rizal.

Strong Marouf juga diduga melanggar Pasal 340 KUHP, turunan dari Pasal 338 KUHP. junta Pasal 55 Ayat (1) KUHP ke-1 jo. Pasal 56 KUHP Pertama Federasi Rusia.

“Mereka yang melakukannya, yang memerintahkan untuk melakukannya, dan berpartisipasi dalam melakukan tindakan itu dengan sengaja dan dengan rencana yang direncanakan untuk mengambil nyawa orang lain,” kata jaksa.

Artikel sebelumyaFerdie Sambo didakwa dengan pembunuhan berencana Brigadir Jenderal J.
Artikel berikutnyaKabid P2TP2A Banten: Orang tua berperan penting dalam mencegah tawuran