Beranda News Jabatan Wakil Bupati Aceh Barat yang sudah meninggal diberhentikan di DPRK

Jabatan Wakil Bupati Aceh Barat yang sudah meninggal diberhentikan di DPRK

Meulabo (ANTARA) – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat (DPRK) resmi memberhentikan jabatan Wakil Bupati Aceh Barat terkait mendiang Haji Bant Puteh Shyam yang meninggal dunia pada 16 September 2021.

Wakil Ketua DPRK Aceh Barat Haji Kamaruddin mengatakan di Meulabo, Sabtu, bahwa usulan pemberhentian Wakil Bupati Aceh Barat periode 2017-2022 ini sejalan dengan ketentuan pasal 78 ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. . …

Pasal tersebut menyatakan bahwa kepala daerah atau wakilnya dapat diberhentikan dari jabatannya sehubungan dengan kematiannya, katanya.

Kemudian, ayat 1 Pasal 79 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 juga menyebutkan bahwa pemberhentian kepala atau wakil daerah sehubungan dengan kematian diumumkan oleh pimpinan DNRD dalam rapat paripurna.

Ia kemudian diundang ke menteri melalui gubernur sebagai wakil pemerintah pusat dari bupati atau wakil bupati untuk mendapatkan keputusan pemberhentian, jelasnya.

Sesuai amanat undang-undang, pihaknya menggelar rapat paripurna di DPRK Aceh Barat dengan tujuan memberhentikan wakil bupati Aceh Barat.

Sementara itu, Bupati Aceh Barat yang diwakili oleh Pj Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Daerah Aceh, Setda Aceh Barat, Mavardi mengatakan dalam rapat paripurna untuk memberhentikan Wakil Bupati Aceh Barat tersebut mengacu pada Pasal 23 Tahun 2014. 78 tentang Pemerintah Daerah yang menjelaskan tentang mekanisme pemberhentian kepala daerah atau wakilnya sehubungan dengan kematian.

Sesuai dengan ayat 1 pasal 176 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, ditegaskan bahwa penggantian wakil bupati yang telah meninggal dilakukan melalui mekanisme pemilihan DPRK setempat.

“Kami berterima kasih kepada DPRK Aceh Barat yang telah menjadi tuan rumah sidang paripurna, sehingga diharapkan roda pemerintahan di daerah tetap berjalan optimal, memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan melanjutkan pembangunan daerah,” kata Mavardi.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk berperan aktif dalam penyelenggaraan pemerintahan, menyampaikan kritik dan saran yang dapat dikontrol oleh pemerintah dalam pengembangan kebijakan apapun.

Mavardi berharap dengan kerjasama dan sinergi yang baik, Kabupaten Aceh Barat dapat menjadi Kabupaten yang Islami dengan pembangunan infrastruktur dan ekonomi kerakyatan yang transparan, andal, akuntabel dan runtut.

Mavardi juga menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya sosok sederhana yang juga Wakil Bupati Aceh Barat H. Bantha Puteh Shyam pada 16 September 2021.

Menurutnya, mendiang Banta Puteh merupakan salah satu tokoh penting dalam keberhasilan pembangunan Kabupaten Aceh Barat.

Selain mendampingi Bupati Aceh Barat periode 2017-2022, beliau juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Aceh Barat dan menduduki beberapa jabatan penting pemerintahan sejak 2007 hingga 2012.

Artikel sebelumyaWapres Nasdemah minta anggota dewan menepati janji politik
Artikel berikutnyaKomnas Perempuan: Banyak insiden pelecehan seksual di kampus yang tidak dilaporkan