Beranda Hukum Imigrasi Singaraja Bali Deportasi Warga Negara Kanada Karena Keterlambatan 100 Hari

Imigrasi Singaraja Bali Deportasi Warga Negara Kanada Karena Keterlambatan 100 Hari

Warga negara asing tersebut telah melampaui batas waktu yang ditetapkan selama 100 hari.

Denpasar (ANTARA) – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja, Bali mendeportasi seorang warga negara asing (WNA) dari Kanada berinisial YB karena melebihi izin tinggal atau masih tertinggal selama 100 hari.

“WNA tersebut telah melewati batas waktu 100 hari. Izin tinggal orang asing berlaku sampai dengan 3 Juli 2021, sehingga dikenakan deportasi,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Bali Jamaruli Manihuruk dalam siaran pers di Denpasar, Bali, Sabtu.

Dikatakannya, deportasi dilakukan karena WNA tersebut melanggar keimigrasian sesuai dengan ayat (3) pasal 78 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
Warga negara asing Kanada ini diamankan pihak Imigrasi pada 27 September 2021 di Desa Poh Santen, wilayah Jembrana, setelah mengetahui bahwa izin tinggalnya tidak berlaku.
Selama di Bali, ia memiliki izin tinggal mandiri (ITK).pesisir… Sebelumnya, kata Jamaruli, WNA asal Kanada ini tinggal dengan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) Persatuan Keluarga.
“Dia (WNA Kanada) sudah menikah dan bercerai, jadi dia tidak bisa menggunakan KITAS Unifikasi Keluarga lagi dan beralih menggunakan ITK. Kemudian tahun 2020 menikah lagi dengan orang Bali yang sah secara agama tetapi tidak terdaftar,” kata Jamaruli.
Dari kedua perkawinan tersebut, yang bersangkutan tidak memiliki anak dan dianggap lalai dalam memperoleh atau memperoleh izin tinggal karena tidak memperbaharui ITK yang telah habis masa berlakunya.
Selain itu, YB tidak memiliki pekerjaan di Bali dan hanya mengandalkan uang dari negaranya.
<< Kami menyanggupi untuk memantau keberadaan orang asing yang masih berada di Indonesia, terutama pengawasan yang dilakukan oleh jajaran Kementerian Hukum dan HAM Bali, dalam hal ini Kantor Imigrasi, terhadap orang asing di Bali. mengambil tindakan tegas,” kata Jamaruli.
Deportasi tersebut dilakukan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta pada Sabtu (2 Oktober).

Artikel sebelumyaDPRD Kota Bogor Dorong Vaksinasi Anak Di Bawah 12 Tahun
Artikel berikutnyaOtoritas Pendidikan Kota Bogorsk menyumbangkan 200 sekolah untuk berpartisipasi dalam uji coba PTM