Beranda Hukum Imigrasi Putusibau: 5 TKI ilegal dikarantina di PLBN Badau

Imigrasi Putusibau: 5 TKI ilegal dikarantina di PLBN Badau

Puttussibau, Kapuas Hulu (ANTARA) – Kepala Imigrasi Putusibau, Kalimantan Barat, M Ali Hanafi mengatakan, sebanyak lima Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang melarikan diri dari Malaysia saat ini dikarantina di PLBN Badau.

Seperti yang dikatakan Hanafi kepada ANTARA, Minggu di Putussibau Kapuas Hulu, lima WNI ditahan oleh pihak imigrasi Malaysia, kemudian melarikan diri dan memasuki hutan wilayah Indonesia di Desa Langgau, Kecamatan Puring Kenkana, di perbatasan Indonesia dan Malaysia, di wilayah Kapuas-Hulu Kalimantan Barat…

“September lalu, lima WNI pergi ke Malaysia secara tidak resmi, tetapi ditemukan oleh petugas Malaysia, sehingga ditahan oleh Layanan Imigrasi Malaysia. Selain itu, lima orang melarikan diri, ”katanya.

Hanafi mengatakan, lima WNI ditemukan anggota Batalyon Pamtas/Jaya Yuda 144 di hutan perbatasan. Kelimanya kemudian ditangkap dan diserahkan kepada petugas imigrasi Indonesia di Pos Perbatasan Nasional (PLBN) Kabupaten Badau pada Kamis (7/10).

Kelima WNI tersebut adalah Victor Bulan dari Nusa Tenggara Timur, Sakhrul dari Nusa Tenggar Barat, Indera Vahyuddin dari Kabupaten Sambar, Kalimantan Barat, Farid dari Nusa Tenggar Barat, dan Ikra Akbar dari Nusa Tenggar Barat.

“Saat ini ada lima orang yang dikarantina di ZLBN Badau, untuk selanjutnya akan dipulangkan ke tempat asalnya,” jelas Hanafi.

Berdasarkan pengakuan lima WNI, Hanafi mengatakan, pada 22 September 2021, kelima orang tersebut termasuk dalam rombongan 27 orang yang melakukan perjalanan ke Malaysia melalui jalur tidak resmi di kawasan Badau.

“Mereka ingin bekerja di Malaysia, tetapi ketika mereka masuk ke Malaysia, 27 orang ini ditemukan oleh petugas Malaysia dan ditahan oleh pihak imigrasi Malaysia, lima orang melarikan diri, dan sisanya masih ditahan di kantor imigrasi Malaysia,” jelas Hanafi. .

Dijelaskannya, 27 orang yang berangkat ke Malaysia, termasuk lima orang yang lolos dari tahanan Ditjen Imigrasi Malaysia, merupakan pekerja migran Indonesia (TKI) ilegal yang terindikasi ada sindikat TKI ilegal di perbatasan.

“Saya yakin ada sindikat TKI ilegal di kawasan perbatasan karena hal ini sudah sering terjadi, makanya kami minta aparat perbatasan memperketat pengawasan terutama di jalur-jalur tidak resmi, karena pintu resmi PLBN Badau masih ditutup,” Hanafi bertanya. …

Artikel sebelumyaKemendikbudristek berharap film Indonesia menjadi milik diplomasi budaya
Artikel berikutnyaHarimau sumatera mengunjungi perkebunan rakyat di Aceh