Beranda Hukum Imigrasi mengembalikan seorang warga negara Suriah setelah 5 tahun absen di Bali

Imigrasi mengembalikan seorang warga negara Suriah setelah 5 tahun absen di Bali

Pemulangan Sukarela sebagai bentuk implementasi Keppres tentang bekerja dengan pengungsi dari luar negeri.

Denpasar (ANTARA) – Rumah Detensi Imigran di Denpasar, Bali, memulangkan seorang warga negara asing (WNA) asal Suriah bernama Luay Shukair setelah 5 tahun berada di Indonesia tanpa kejelasan tujuan dan akomodasi.

“Warga negara asing dari Suriah dikenakan tindakan administratif keimigrasian berupa pemulangan sukarela. Yang bersangkutan sudah 5 tahun di Indonesia tanpa kejelasan penempatannya di negara ketiga,” kata Kepala Kementerian Hukum dan HAM Bali. Kantor Wilayah Jamaruli Manihuruk dalam siaran pers di Denpasar, Bali, Kamis (16 September).

Menurutnya, pemulangan sukarela Luai Shukair terpaksa dilakukan setelah kecelakaan di Bali. Selain itu, ia juga mengalami dislokasi leher, bahu, dan lengan kanannya.

Oleh karena itu, Luay Shukair ingin segera melakukan perjalanan ke Suriah melalui Lebanon untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif berkat dukungan keluarganya di Suriah dan Lebanon.

Penerbangan tersebut dioperasikan oleh Batik Air penerbangan ID6051 pada pukul 11.40 WITA menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, didampingi petugas dari Rumah Detensi Imigrasi Denpasar.
WNA tersebut berangkat dari Jakarta menggunakan Qatar Airways dengan nomor penerbangan QR957 pada pukul 22:15 WIB untuk rute Jakarta-Doha dan QR416 untuk rute Doha-Beirut.

“Melalui Lebanon, dia akan menggunakan perjalanan ke Suriah. Sebab, menurut Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, mulai 19 Maret 2020, pemerintah Suriah menutup semua penerbangan internasional ke Suriah tanpa batas waktu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Rumah Detensi Imigrasi Denpasar Babay Baenullah menjelaskan, awalnya pada 9 Juni 2021, Luay Shukair memberi tahu Denpasar Rudenim tentang dirinya sebagai pengungsi mandiri yang ingin secara sukarela kembali ke Suriah.

Setelah dilakukan kajian dan kesepakatan lebih lanjut dengan Ditjen Imigrasi dan UNHCR, Dirjen Imigrasi menyetujui proses AVR melalui surat IMI.5-GR.03.07-41 tanggal 4 Agustus 2021.

Menurut UNHCR, per Agustus 2021, lanjutnya, saat ini terdapat total 13.343 pencari suaka dan pengungsi di Indonesia, sekitar 5.000 di antaranya merupakan pencari suaka dan pengungsi mandiri yang biaya hidupnya tidak ditanggung oleh organisasi internasional di lingkungan PBB. . di bidang migran IOM.
Ia menjelaskan, pemulangan sukarela itu sebagai bentuk pelaksanaan Perintah Presiden Nomor 2. 125 tahun 2016 tentang bekerja dengan pengungsi dari luar negeri.

Diharapkan, kata Babay Baenullah, ini akan menjadi alternatif solusi jangka panjang untuk program tersebut. pemukiman kembali UNHCR menyusut setiap tahun dan upaya AVR dapat membantu mengurangi jumlah pengungsi dan pencari suaka di Indonesia.

Artikel sebelumyaPKC OTT mengajukan gugatan polusi udara kemarin
Artikel berikutnyaMencairnya Lapisan Es Greenland