Beranda Warganet HWG ke-3 Membahas Pengembangan Vaksin dan Diagnosis yang Adil

HWG ke-3 Membahas Pengembangan Vaksin dan Diagnosis yang Adil

Jakarta (ANTARA) – Juru Bicara Kota G20 Indonesia Nadia Tarmizi menetapkan agenda Kelompok Kerja Kesehatan ke-3 (HWG) 22-24 Agustus 2022 di Bali untuk membahas langkah-langkah diplomatik Indonesia menuju pengembangan vaksin dan diagnosis itikad baik.

“HWG ke-3 akan membahas pentingnya diversifikasi geografis pusat penelitian dan manufaktur untuk pengembangan vaksin, obat dan diagnostik, terutama akses untuk negara berkembang,” kata Nadia Tarmizi kepada City pada konferensi pers virtual. Road to 3rd Health Working Group (HWG) lalu Zoom di Jakarta pada Kamis sore.

Nadia mengatakan, agenda diplomatik dibagi menjadi empat sesi. Pertama, upaya membangun jaringan penelitian dan produksi di negara-negara G20 terkait kedaruratan kesehatan masyarakat dan ancaman pandemi di masa depan.

Sesi kedua membahas upaya penguatan jaringan penelitian dan produksi untuk menghadapi pandemi di masa depan. Sesi ketiga, tentang keterlibatan pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung jaringan penelitian dan produksi, dan sesi keempat, membahas inisiatif G20 untuk memperkuat ekosistem penelitian dan produksi untuk memastikan akses yang sama terhadap vaksin, obat-obatan dan diagnostik di domain publik. dan pengembangan penelitian.

Nadia yang juga Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, mengatakan HWG ke-3 ini merupakan rangkaian diplomasi Indonesia di bidang kesehatan yang bertujuan untuk memperkuat arsitektur kesehatan global yang dihelat pasca HWG. . 1 dan 2 pertemuan.

Ada tiga prioritas arsitektur kesehatan global, yaitu membangun pertahanan sistem kesehatan global, menyelaraskan standar protokol kesehatan global, dan memperluas fasilitas manufaktur dan penelitian untuk mencegah, mempersiapkan, dan merespons pandemi di masa depan.

Pada pertemuan pertama HWG di Yogyakarta, 28-29 Maret 2022, dibahas harmonisasi protokol kesehatan, sehingga negara-negara G20 sepakat untuk menetapkan standar perjalanan internasional melalui implementasinya. Kode QR standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Nadia mengatakan Sertifikat Verifikator Vaksin Universal yang memungkinkan sertifikat digital vaksin COVID-19 dibaca untuk pelancong internasional di sistem negara lain siap diluncurkan.

Pada pertemuan kedua HWG di Lombok pada Juni 2022, dibahas tiga tema utama peningkatan ketahanan kesehatan global, yaitu: mobilisasi sumber daya keuangan, pemerataan akses sumber daya kesehatan alam, termasuk vaksin, obat-obatan dan alat diagnostik, dan terakhir, optimalisasi kemampuan surveilans genom.

Pengawasan genom dilakukan dengan memperkuat kerja sama G20 dalam berbagi data yang andal melalui Inisiatif Global untuk Membagikan Semua Data Influenza (GISAID) sebagai platform umum untuk pertukaran data dan penelitian virus.

Langkah diplomasi Indonesia pada pertemuan HWG ke-2 juga disertai dengan pertemuan para menteri kesehatan dan keuangan G20 pada 20 Juni 2022 di Yogyakarta untuk menggalang dukungan bagi pembentukan Dana Perantara Keuangan (FIF) dalam memperkuat kerangka keberlanjutan global.

Artikel sebelumyaPresiden mendesak daerah untuk mempercepat pelaksanaan belanja APBR
Artikel berikutnyaBMKG: Waspadai angin kencang kering di lima wilayah NTT