Beranda Warganet Hofifa: 32 kabupaten/kota di Jawa Timur berada di level 1 Kementerian Kesehatan

Hofifa: 32 kabupaten/kota di Jawa Timur berada di level 1 Kementerian Kesehatan

MAGETAN (ANTARA) – Gubernur Jawa Timur Hofifa Indar Paravansa mengatakan 32 dari 38 kabupaten/kota di provinsi itu berada di peringkat 1 Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdasarkan penilaian COVID-19. dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Di Jawa Timur, 32 kabupaten/kota naik ke level 1 dalam sebulan terakhir, menurut penilaian level Kementerian Kesehatan. Sedangkan enam kabupaten/kota sudah pindah ke level 2,” kata Gubernur Hofif saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Magetan, Minggu.

Menurutnya, penilaian tingkat Kementerian Kesehatan merupakan standar WHO dalam memantau penyebaran COVID-19. Penilaian tingkat yang dilakukan Kementerian Kesehatan mengacu pada enam dimensi, antara lain kasus terkonfirmasi, rawat inap, kematian, pengujian, pelacakan dan pengobatan, yang masif dan terukur untuk memberikan predikat yang memadai.

Sedangkan perkiraan tingkat PPKM berdasarkan Kemendagri #47 Tahun 2021 tentang PPKM level 4, level 3, level 2, dan level 1 COVID-10 di wilayah Jawa dan Bali, di mana item kedua menginstruksikan untuk menetapkan wilayah level ditambah total pencapaian vaksinasi dosis 1 dan vaksinasi dosis 1 pada lansia di atas 60 tahun target di masing-masing area algomerisasi.

“Misalnya kota Surabaya. Dosis 1 ini 100 persen, dosis 2 di atas 70 persen, dan dosis untuk manula 1 dan 2 juga di atas 70 persen. Namun tidak bisa disebut PPKM level 1, karena area ini dihitung dengan algoritma. Lihat saja daerah algomerisasi Bangkalan, Gresik dan Surabaya Besar,” kata Hofiha.

Untuk perkiraan tingkat PPKM menurut Kemendagri Nomor 47 Tahun 2021, terdapat 32 kabupaten/kota pada PPKM tingkat 3 dan lima kabupaten/kota pada PPKM tingkat 2 di Jawa Timur, sedangkan satu daerah masuk dalam PPKM tingkat 1 .

Gubernur menjelaskan, meski skor Kementerian Kesehatan mulai membaik, pihaknya meminta masyarakat untuk mematuhi aturan dan mendisiplinkan mereka dalam penerapan protokol kesehatan.

Gubernur juga meminta pemerintah daerah di wilayah Jawa Timur untuk terus mempercepat pengenalan vaksinasi COVID-19 untuk segera membangun kekebalan kelompok dan mencegah kasus COVID-19.

Artikel sebelumyaPsikolog: Komunikasi adalah kunci utama perlindungan psikologis
Artikel berikutnyaPuluhan siswa SMKN 1 Rejotangan Tulungagung keracunan di kantin sekolah