Beranda Warganet Gubernur Sumut: Warga bisa lapor jika tarif PCR melebihi Rp 300.000.

Gubernur Sumut: Warga bisa lapor jika tarif PCR melebihi Rp 300.000.

Tapi saya rasa perusahaan tidak berani membangkang.

Medan (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprov Sumut) berharap penyedia jasa tes dapat Reaksi berantai polimerase (PCR) telah memenuhi tingkat verifikasi, yang diturunkan oleh pemerintah menjadi Rs 300.000.

“Kecepatan tes PCR harus sesuai regulasi. Kalau ada yang tidak mengikuti aturan bisa langsung dilaporkan ke Pemprov Sumut yaitu Dinkes Sumut atau Pemkab/Kota,” ujar Sumut. Gubernur Sumatera Edi Rahmayadi di Medan, Rabu.

Nantinya, masalah sanksi terhadap perusahaan pembangkang yang memberikan jasa kepada GKP akan disepakati dengan pihak berwenang.

“Tapi saya pikir perusahaan tidak berani melanggar. Bukan hanya karena daya tarik Presiden Djokovi, tetapi juga karena persaingan bisnis,” ujarnya.

Warga, kata gubernur, tentu saja. pilih cek dengan tarif lebih rendah.

“Sejak awal, Pemprov merespon positif kebijakan Presiden Joko Widodo untuk menurunkan biaya tes PCR menjadi Rp 300.000,” katanya.

Pengurangan harga tes PCR tentunya akan membantu atau mempermudah tugas masyarakat yang perlu melakukan PCR.

Termasuk membantu pemerintah memerangi atau menghentikan penyebaran COVID-19.

Pemprov Sumur sendiri, kata gubernur, saat ini terus melakukan berbagai langkah untuk menekan penyebaran COVID-19, terutama saat ada ancaman gelombang ketiga.

Pemprov Sumut akan membatasi mobilitas penduduk, memperkuat pelaksanaan protokoler. kesehatan dan vaksinasi terhadap COVID-19 sebelum Natal dan Tahun Baru.

Artikel sebelumyaBRIN akan fokus menguasai teknologi kunci kendaraan listrik
Artikel berikutnyaHawaiki NUI akan menghubungkan 5 negara termasuk Indonesia