Beranda Warganet Gubernur Bali: Disiplin dalam Proses Permodalan Penting untuk Kenyamanan Wisatawan

Gubernur Bali: Disiplin dalam Proses Permodalan Penting untuk Kenyamanan Wisatawan

Badung (ANTARA) – Gubernur Bali Wayan Koster meminta masyarakat setempat tetap disiplin dalam penerapan protokol kesehatan karena merupakan aset penting bagi kenyamanan dan keselamatan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata.

“Saya berharap pandemi COVID-19 ini dapat ditangani dengan sebaik-baiknya agar tidak terjadi peningkatan kasus baru di Bali, sehingga hal ini akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat nasional dan internasional,” ujarnya di I Gusti Ngurah Rai. Bandara Internasional Badung, Kamis.

Pada Kamis, katanya, pemerintah pusat bersama pemerintah provinsi setempat memutuskan untuk membuka pariwisata bagi wisatawan asing.

Negara-negara yang memenuhi syarat adalah mereka yang memiliki risiko COVID-19 rendah di Tingkat 1 dan Tingkat 2, dengan tingkat positif kurang dari lima persen (menurut standar WHO) dan dengan kebijakan yang sama-sama terbuka (timbal balik).

Ia mengatakan telah diputuskan 19 negara yang akan diizinkan masuk ke Bali, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Prancis, Portugal, Spanyol. , Swedia, Polandia, Hongaria dan Norwegia.

“Astungkara (dengan izin Tuhan, red.) Dengan kesadaran dan tanggung jawab kita bersama, kegiatan pariwisata dapat berlangsung dan mengendalikan pandemi COVID-19 sehingga pariwisata dan ekonomi Bali segera pulih dan bangkit kembali,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menghimbau kepada seluruh pihak terkait dan masyarakat Bali secara tertib dan disiplin untuk mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan serta menjalani pola hidup sehat dan bebas dari COVID-19 dengan 6M yaitu memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga kebersihan. jarak, memperpendek perjalanan, meningkatkan kekebalan dan mematuhi aturan.

Selain itu, gunakan aplikasi PeduliLindung secara terus-menerus untuk aktivitas ruang yang padat atau terbatas.

“Bagi masyarakat Bali yang belum mengikuti vaksinasi suntik putaran pertama dan kedua, terutama lansia, penyakit penyerta dan penyandang disabilitas, hendaknya segera divaksinasi di daerahnya untuk mengurangi risiko penularan COVID-19,” ujarnya.

Banyak kasus baru muncul dari fakta bahwa mereka tidak divaksinasi, kata Coster. Selain itu, banyak kematian terjadi karena fakta bahwa pasien terlambat untuk analisis PCR dan baru saja dirawat di rumah sakit dalam kondisi yang sangat serius sehingga sebagian dari hidup mereka tidak dapat diselamatkan.

Bagi wisatawan asing yang dapat masuk ke Bali, persyaratan keberangkatan harus mencakup vaksinasi lengkap, hasil PCR negatif D-3 sebelum keberangkatan, melengkapi aplikasi e-HAC internasional yang terintegrasi dengan PeduliLindung App dan Love Bali App.

Selain itu, mereka harus memiliki asuransi kesehatan dengan biaya pertanggungan minimal US$100.000, yang sudah termasuk pendanaan untuk pengobatan COVID-19.

Persyaratan Kedatangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai: Harus menunjukkan dokumen lengkap sesuai aplikasi e-HAC, persyaratan imigrasi dan mengikuti tes PCR.

Waktu tunggu hasil PCR smear sekitar satu jam. Sambil menunggu hasil tes, wisatawan berada di area yang ditentukan oleh otoritas bandara dan tidak diperbolehkan meninggalkannya.

“Jika hasilnya positif (tidak ada gejala, gejala ringan, sedang, dan berat, red.), Wisatawan akan dibawa ke rumah sakit yang telah ditunjuk Pemprov Bali untuk perawatan atau isolasi,” katanya.

Menurut dia, jika hasilnya negatif, wisatawan akan dibawa ke hotel yang ditunjuk untuk karantina selama lima hari.

Artikel sebelumyaDPD RI Dukung Langkah Presiden Pastikan Stabilitas Politik di Afghanistan
Artikel berikutnyaKomisi III DPR Kunjungi Polda Sulut, Pantau Mitra