Beranda News Ginanjar: Pandemi adalah peluang untuk mengubah arah pembangunan suatu bangsa

Ginanjar: Pandemi adalah peluang untuk mengubah arah pembangunan suatu bangsa

Jakarta (ANTARA) – Krisis kesehatan akibat pandemi COVID-19 seharusnya menjadi peluang untuk mengubah arah pembangunan negara agar selaras dengan amanat konstitusi yang lebih berdaulat dan berkeadilan, kata mantan menteri tersebut. dan ilmuwan prof. Ginanjar Kartashasmita.

Ginanjar, berbicara dalam seminar memperingati 85 tahun BJ Habibi, mengusulkan empat strategi pembangunan selama dan setelah pandemi agar ekonomi Indonesia lebih mandiri dan berkeadilan.

“Pembangunan kami saat ini sangat intensif sumber daya. Konsekuensinya, strategi pembangunan ekonomi masa depan harus berkelanjutan, bukan hanya Rabu (pelestarian alam), tetapi juga keadilan,” jelas Ginanjar dalam keynote speech-nya dalam seminar virtual di Jakarta, Jumat.

Ginanjar menjelaskan, strategi pembangunan yang berkeadilan setidaknya harus didasarkan pada empat prinsip, antara lain inklusivitas, pemahaman digital dan mengutamakan pelestarian lingkungan (green economy) dan memaksimalkan potensi sumber daya kelautan (blue economy).

“Strategi pembangunan harus inklusif. Apa pun yang kita lakukan, kita harus memikirkan bagaimana itu akan bermanfaat bagi orang-orang, berapa banyak orang yang akan diuntungkan. Bukan pertumbuhan, bukan PDB (produk domestik bruto). Padahal tidak demikian,” kata Ginanjar menjelaskan prinsip inklusivitas atau keterbukaan dalam strategi pembangunan.

Ia menjelaskan, pemahaman atau perspektif ekonomi digital merupakan prinsip penting yang perlu diperhatikan.

“Kemajuan teknologi tidak bisa ditinggalkan, semua sektor dari kesehatan, pendidikan dan industri harus menggunakan pendekatan ini. Kita sangat perlu mengembangkan (teknologi digital),” jelas Ginanjar.

Ia memaparkan bagaimana krisis ekonomi 1998 menjadi pendorong pemulihan sektor ekonomi dan keuangan di Indonesia.

Meski BJ Habibi hanya memerintah selama 517 hari, ia berhasil menyelamatkan Indonesia dari krisis ekonomi dan keuangan, terbukti dengan membaiknya tingkat inflasi dan kemiskinan, kata Ginanjar.

Apalagi B.J. Habibi, yang menjabat sebagai presiden DPR RI dalam waktu kurang dari dua tahun, mampu mengesahkan 64 undang-undang yang tidak hanya menyangkut ekonomi, tetapi juga politik, hukum dan hak asasi manusia, katanya.

Ginanjar berharap pemerintah saat ini bisa belajar dari langkah yang diambil B.J. Habibi dalam menghadapi krisis, termasuk menjadikan momen-momen kritis sebagai dorongan untuk perbaikan.

Artikel sebelumyaJaga kartu SIM Anda untuk mendapatkan vaksin
Artikel berikutnyaPakar: Jasa Hebat Habibie Mengatasi Krisis Ekonomi