Beranda Nusantara Gempa berkekuatan 5,5 SR mengguncang Kepulauan Sangihe di Sulawesi Utara.

Gempa berkekuatan 5,5 SR mengguncang Kepulauan Sangihe di Sulawesi Utara.

Dengan mempertimbangkan letak episentrum dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi tergolong tipe gempa menengah yang disebabkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina.

Jakarta (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan pada Minggu 25 September 2022 pukul 18.16.33, gempa mengguncang wilayah Laut Sulawesi, yakni Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut). Propinsi. WIB dengan magnitudo 5,5 dan kedalaman 135 kilometer.

Pj Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Dariono di Jakarta, Minggu menjelaskan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter terbaru dengan kekuatan 5,2 SR.

Dariono mengatakan pusat gempa berada di 4,33 Lintang Utara, 126,14 Bujur Timur, atau tepatnya di bawah laut, 74 kilometer barat laut kota Melonguane, Sulawesi Utara, pada kedalaman 135 kilometer.

“Mengingat letak episentrum dan kedalaman hiposenter, gempa ini merupakan gempa tipe intermediate akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina,” katanya.

Ia menambahkan, hasil analisis mekanisme fokus menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik secara horizontal. dorongan.

Menurut dia, gempa berdampak dan dirasakan di wilayah Melonguane dan Tahuna dalam skala intensitas III MMI (getaran di dalam rumah itu nyata. Getarannya terasa seperti truk lewat).

Selain itu juga terletak di kawasan Ondong dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan beberapa orang, benda ringan yang telah digantung bergoyang).

Ia menambahkan, menurut hasil simulasi, gempa ini tidak mungkin menimbulkan tsunami.

“Hingga pukul 18.38 WIB, hasil pantauan BMKG tidak menunjukkan adanya gempa susulan,” katanya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Masyarakat harus menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Sebelum kembali ke rumah, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda tahan gempa atau tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang mengancam stabilitas bangunan, kata Dariono.

Artikel sebelumyaBanteng muda Indonesia serukan perlindungan lapisan ozon
Artikel berikutnyaPetugas pemadam kebakaran memadamkan api di kawasan hutan Gunung Chiremay Kuningan