Beranda Nusantara Gang Aceh menggunakan batu apung sebagai alternatif limbah sungai

Gang Aceh menggunakan batu apung sebagai alternatif limbah sungai

pasang floating cubes di dua titik yaitu di Sungai Krueng Daroi dan di kawasan Krueng Doi Lampasekh.

Banda Aceh (ANTARA) – Dinas Kebersihan dan Kecantikan Kota Banda Aceh (DLHK3) menggunakan kubus apung sebagai alternatif penanganan sampah sungai di kota setempat.

“Keindahan kota kita tingkatkan, termasuk kebersihan sungainya, salah satunya pemasangan floating cubes di dua titik yaitu di Kali Krueng Daroi dan di kawasan Krueng Doi Lampaseh,” kata Kepala Dinas Banda Aceh DLHK3 Hamdani Basya. Gang Aceh, Jumat.

Hamdani mengatakan, pemasangan floating cube sangat efektif karena memudahkan petugas dalam membersihkan dan mengangkut puing-puing.

“Karena jika hanya menggunakan jaring, maka akan sulit bagi kita untuk mengumpulkan sampah di tengah, terutama di air yang tinggi, tetapi jika kita menggunakan kubus ini, petugas bisa berjalan di atasnya,” katanya.

Kubus apung tidak hanya memudahkan petugas untuk mengangkut sampah di sepanjang sungai, tetapi juga menjauhkan sampah dari muara atau bibir pantai, kata Hamdani. Ini berfungsi untuk menjebak puing-puing yang mengambang dan menumpuk di sekitar kubus.

“Posisinya otomatis mengikuti ketinggian air, bahannya sangat awet, terbuat dari bahan HDPE dengan tambahan mesh di bawahnya. Ia mampu menahan puing-puing dari hulu sungai sehingga tidak berakhir di laut,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Hamdani juga mengimbau warga kota untuk tidak membuang sampah sembarangan, apalagi sungai, karena tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga dapat menyebabkan banjir.

Apalagi saat hujan deras, jika volume sampah di sungai bertambah, dikhawatirkan juga bisa menyebabkan banjir.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan,” kata Hamdani.

Dalam berbagai kesempatan, Wali Kota Banda-Aceh, Aminullah Usman, kerap mengingatkan dan meminta warga untuk selalu menjaga sungai.

Diharapkan kesadaran masyarakat akan pelestarian lingkungan terus tumbuh, setidaknya dengan menghilangkan sampah, tak terkecuali sungai.

Artikel sebelumyaKepala diskesal meninjau persiapan pusat oksigen Jawa Timur di PT SIER
Artikel berikutnya407 anak di Semarang kehilangan orang tua karena COVID-19