Beranda Hukum GAMKI mendukung penuh penangkapan penoda agama

GAMKI mendukung penuh penangkapan penoda agama

Jakarta (ANTARA) – Gerakan Pemuda Kristen Indonesia (GAMKI) mendukung penuh penangkapan polisi terhadap tersangka penoda agama Muhammad Kese dan Yahya Waloni, menunjukkan bahwa semua warga negara Indonesia sama di depan hukum.

<< Terima kasih kepada Kapolri, Cabarescrim, Deertipidsiber dan Bareskrim Polri yang telah memproses hukum terkait setiap tindakan mereka yang mengungkapkan ujaran kebencian terhadap agama atau kepercayaan tertentu. Siapapun pelakunya dan dari agama apapun harus diadili jika melakukan perbuatan tercela ini,” kata Philip Sinurat, Sekjen DPP GAMKI Sahat Martin, Sabtu. Selasa (24/8) di Bali, Bareskrim Polri menangkap youtuber Muhammad Kese, yang diduga menghasut kebencian dalam unggahannya. Tim Dittipidsiber Polri juga menangkap Yahya Waloney atas tuduhan penistaan ​​agama pada Kamis (26/8) di Chileungsi, Bogor, Jawa Barat. GAMKI mendekati polisi melalui Bareskrim Polri untuk melakukan persidangan yang adil, transparan dan profesional sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa asas keadilan dapat ditaati bagi seluruh rakyat Indonesia. “Penangkapan ini memberikan pelajaran bagi kita semua: untuk selalu berkomitmen menjaga pluralisme dan tidak memberikan ceramah dan pesan-pesan agama yang provokatif dan mengarah pada agama lain. Kami berharap masyarakat dapat menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di kepolisian. dan tetap tenang dan tidak provokatif,” ujarnya. Sahat yang juga mantan Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), berharap tidak ada lagi tindakan penghinaan dan ujaran kebencian terhadap agama dan kepercayaan, sehingga penggunaan aturan hukum tentang ujaran kebencian dan penodaan agama akan semakin meningkat. menjadi minimal di masa depan. Sahat mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi dan membangun hubungan yang harmonis antar umat beragama dan antar suku. “Sebagai generasi muda, kita bertanggung jawab membangun kerukunan dan persaudaraan antarumat beragama. Kita juga harus mengajak dan mengingatkan para pemuka dan tokoh agama untuk membaca pesan-pesan dan ceramah agama yang asik, damai dan toleran terhadap umat beragama,” lanjutnya. GAMKI mengajak semua pihak untuk menghormati perbedaan ajaran dan tradisi agama yang ada di Indonesia dengan mengedepankan moderasi beragama di masyarakat. “Mari kita bahu membahu dengan pemerintah dan masyarakat untuk melawan dampak COVID-19. Kita sekarang membutuhkan pesan dan ajakan untuk persatuan dan kesatuan agar kita bisa mengatasi situasi pandemi ini,” ujarnya.

Artikel sebelumyaTransplantasi terumbu karang Peduli Pesisir Maluku di Banda
Artikel berikutnyaPara aktor mengungkapkan alasannya "Kota kelahiran Cha-Cha-Cha" layak ditonton