Beranda Warganet FoLU Net Sink 2030 – Salah Satu Komitmen Indonesia Terhadap Perubahan Iklim

FoLU Net Sink 2030 – Salah Satu Komitmen Indonesia Terhadap Perubahan Iklim

mensistematisasikan lebih baik untuk mencapai, mempertahankan kontrol perubahan iklim

Jakarta (ANTARA) – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Nurbaya mengatakan Indonesia serius dalam menanggulangi perubahan iklim, salah satunya tercermin dari 2030 Net Runoff di Hutan dan Tata Guna Lahan Lainnya (FoLU)

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, Pemerintah Kota menyampaikan bahwa komitmen kuat Indonesia terhadap FoLU Net Sink 2030 adalah penting, nyata dan konkrit, termasuk berbagai kegiatan, kebijakan dan harapan tantangan yang berbeda, semua pihak yang terlibat dalam semua program kehutanan seperti kehutanan. dan kebakaran lahan (karkhutla).), deforestasi, gambut, konservasi dan keanekaragaman hayati.

Pengendalian perubahan iklim merupakan kepentingan nasional yang diupayakan melalui aksi kebijakan, pemberdayaan dan penegakan hukum. Pencapaian dalam beberapa tahun terakhir antara lain mengurangi laju deforestasi, mencegah transformasi hutan alam dan lahan gambut, serta mengurangi kebakaran hutan.

“Kami telah bekerja keras selama 6-7 tahun terakhir dan kami akan melakukannya lebih baik untuk mencapai dan mempertahankan kendali atas perubahan iklim,” katanya.

Selain itu, City mengatakan konferensi Glasgow ke-26 adalah titik awal untuk implementasi. Dengan demikian, menjadi jelas bahwa ke depan semua pihak akan bekerja dan melaksanakan.

“Jadi ini bukan lelucon, cerita dan deklarasi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, John F. Kerry, Utusan Presiden untuk Manajemen Perubahan Iklim, mengatakan, dengan potensinya, peran Indonesia sangat penting dalam memerangi perubahan iklim. Apa yang terjadi di Indonesia dapat berdampak besar bagi seluruh dunia.

Selain itu, John Kerry mengatakan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Indonesia Joko Widodo, Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam mengurangi laju deforestasi dan moratorium konversi hutan perawan. Laju deforestasi di Indonesia antara 2019 dan 2020 merupakan yang terendah dalam 20 tahun terakhir.

“Indonesia juga menerapkan inisiatif baru untuk merestorasi ratusan ribu hektar hutan bakau yang rusak selama empat tahun ke depan. Upaya ini sangat penting. Kita semua menantikan keberhasilan upaya ini. Dan saya juga tahu bahwa kerja keras Indonesia akan sangat berkontribusi pada COP 26 di Glasgow,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peran penting generasi muda dalam memerangi perubahan iklim. Saat ini ada 1,8 miliar orang berusia antara 10 dan 24 tahun di dunia, dan di Indonesia, 65 juta orang, atau 28 persen dari populasi, berada dalam kelompok usia ini.

“Keberadaan generasi muda saat ini merupakan peristiwa terbesar dalam sejarah. Inilah saatnya bagi Anda untuk menunjukkan potensi besar Anda dan menjadi bagian penting dari pengambilan keputusan Anda. Sekarang saatnya kita semua mengambil tindakan nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Satu Kahkonen, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, mengatakan pihaknya memahami bahwa Indonesia memang telah bekerja dan sangat ambisius dalam memerangi perubahan iklim. Oleh karena itu, Bank Dunia akan mendukung upaya Indonesia untuk mengurangi emisi karbon dalam perubahan NDC Indonesia.

“Dengan adanya dampak perubahan iklim, menghadapi hal ini tidaklah mudah. Tapi itu menjadi mungkin ketika kita semua bekerja sama. Mari kita lanjutkan kerjasama ini untuk masa depan Indonesia menyelamatkan planet kita,” ujarnya.

Artikel sebelumyaBuaya muara di pantai Palu kembali menyerang warga
Artikel berikutnyaRekomendasi untuk perayaan Maulid Nabi, masyarakat diminta menghubungi Menteri Agama.