Beranda Trending Film "lengkuas" mengambil musik era 2008, akan tayang pada Desember 2021

Film "lengkuas" mengambil musik era 2008, akan tayang pada Desember 2021

Jakarta (ANTARA) – Film layar lebar karya Rich Music Galang yang sebelumnya merilis film dokumenter musikal Gelora bersama Swan Studio akan menumbuhkan kreativitas bermusik pada 2008, kata Asuka Pratama.

“Tahun itu banyak album di luar sana, band-band pergi ke luar negeri, distribusinya berkembang,” kata Asuka dalam konferensi pers online, Jumat (10/10).

Akan ada banyak musik yang bisa dinikmati, film ini tidak hanya menampilkan musik underground tapi juga musik dari Mocca dan Pure Saturday dari Bandung. Asuka dan Hinhin Agung Daryana “Akyu” Nektura sebagai sutradara musik juga menulis musik baru khusus untuk film ini.

Film musikal “Galang” semakin kuat dengan cameo dari band-band seperti Savor of Filth, Tcukimay, Rocket Rockers, serta artis musik seperti Ink dari Rosemary, Rian Pelor, Buluk dari Superglad, Iyo dari Pure Saturday. Addie Gembel dari “Forgotten” dan Baby dari “Nearby” juga akan muncul dalam film tersebut dan akan menjadi konsultan untuk film tersebut.

Film yang disutradarai oleh pemenang Piala Citra Adriyanto Devo, yang menyutradarai Mudik dan Tabula Rasa, saat ini sedang syuting di Bandung, Jawa Barat.

Galang bercerita tentang seorang pria bernama Galang (Elang El Gibran) yang diundang untuk menemani adiknya Maryam ke sebuah konser musik underground. Maryam memperkenalkan Galang ke grup baru AXFIKSIA dan meminta adiknya untuk menemaninya ke konser.

Galang yang tidak suka musik AXFIKSIA menolak untuk menemani Maryam. Selama konser berlangsung, kekacauan terjadi, yang membuat orang-orang, termasuk Maryam, menderita.

Merasa bersalah, Galang mencoba mencari tahu penyebab kematian adiknya dengan berpura-pura menjadi penggemar grup tersebut. Dia bertemu Asmara (Asmara Abigail), manajer grup AXFIKSIA, yang menerima Galanga ke dalam tim.

Galang tidak mengatakan bahwa dia adalah adik dari salah satu korban tragedi malam itu. Bisakah Galang membalas dendam? Atau akankah dia menemukan kebenaran dan kepribadiannya di balik tragedi malam itu?

Dalam film ini, Adriyanto Devo kembali berkolaborasi dengan penulis skenario Tumpal Tampubolon. Mereka sebelumnya membuat film “Tabula Rasa” bersama. Mereka berdiskusi dengan konsultan yang terlibat langsung dalam genre musik sebelum membahas cerita yang akan disajikan.

Adrianto menganalogikan dirinya dan Tumpal bak spons dalam diskusi tersebut, menyerap semua informasi dari para musisi sebelum meramunya menjadi sebuah alur cerita yang menarik untuk dinikmati.

Selain Asmara Abigail dan Elang El Gibran, film ini juga dibintangi oleh Kiki Narendra (bermain ayah), Jenny Zhang (ibu), Agra Piliang (Irfan) dan Laras Sardi (Maryam).

  • 1
  • 2
  • tunjukkan semua

Artikel sebelumyaKemarin, Santry harus memutar roda ekonomi hingga Prabowo mendapat dukungan.
Artikel berikutnyaPerbatasan Ganja Selundupan Kemarin Pinjaman Ilegal PNG