Beranda News F-Golkar Mongolia RI menyatakan bahwa hakikat kemerdekaan adalah keadilan sosial

F-Golkar Mongolia RI menyatakan bahwa hakikat kemerdekaan adalah keadilan sosial

Padahal, hakikat kemerdekaan Indonesia adalah mentransformasikan bangsa ini menjadi bangsa yang berkeadilan sosial.

Jakarta (ANTARA) – Ketua Fraksi Partai Golkar, MPR RI, Idris Laena mengatakan esensi kemerdekaan adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Sesungguhnya hakikat kemerdekaan Indonesia adalah mentransformasikan bangsa ini menjadi bangsa yang berkeadilan sosial,” kata Idris Laena berdasarkan keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Hal itu disampaikan Idris Laena dengan membuka dan menghadirkan Training of Trainer (ToT) empat pilar MPR yang diselenggarakan oleh GEMA MKGR dan Fraksi Golkar (FPG) MPR RI di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23 Maret). . / sebelas).

Esensi ini, lanjut Idris, ditegaskan dengan pengulangan lima kali kata “keadilan” dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI).

“Paragraf pertama mengatakan bahwa sebenarnya kemerdekaan adalah hak semua bangsa, oleh karena itu kolonialisme di dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan kemanusiaan dan keadilan,” katanya.

Paragraf kedua menyatakan bahwa perjuangan gerakan kemerdekaan Indonesia datang pada saat yang membahagiakan dan membawa bangsa Indonesia dengan selamat ke pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Kemudian, Idris menambahkan, ada dua kata “keadilan” di paragraf keempat. Dikatakan bahwa untuk mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, kemerdekaan bangsa Indonesia diabadikan dalam Undang-Undang Dasar Negara Indonesia.

Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, lanjutnya, dibentuk dalam kerangka struktur Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdaulat berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan dan demokrasi Indonesia, berpedoman pada oleh kebijaksanaan dalam refleksi. / keterwakilan, dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selain itu, Idris Laena menyampaikan bahwa penting bagi staf Gerakan Penyuluhan Keluarga Muda (GEMA MKGR) untuk memahami nilai-nilai kebangsaan. Nilai-nilai tersebut adalah Panchasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Republik Indonesia sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Dengan cara ini, mereka dapat menyampaikan pemahaman ini kepada anak muda Indonesia lainnya.

Artikel sebelumyaMahkamah Konstitusi mengklarifikasi bahwa permohonan Benny K. Harman tidak dianggap sebagai ahli.
Artikel berikutnyaTes tertulis calon anggota KPU-Bawaslu melalui proses yang ketat.