Beranda Warganet Epidemiolog imbau masyarakat tetap waspada meski COVID-19 menurun

Epidemiolog imbau masyarakat tetap waspada meski COVID-19 menurun

Jakarta (ANTARA). Epidemiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Riris Andono Ahmad meminta warga untuk tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan dengan ketat serta tidak lengah meski kasus Covid-19 menurun.

“Ketika jumlah kasus terus menurun, masyarakat dihimbau untuk tidak bertindak terlalu jauh dalam menyikapi kondisi ini karena selalu ada potensi peningkatan jumlah kasus berulang,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa di Jakarta.

Pada Senin (13 September), terdapat 2.577 kasus baru Covid-19, terendah sejak Juli 2021. Namun, setiap orang harus tetap berperilaku aman dan hati-hati.

Menurutnya, jumlah kasus Covid-19 harus terus menurun, salah satunya karena pemerintah terus memberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat secara berkesinambungan.

Penurunan jumlah kasus Covid-19 juga disebabkan kombinasi kebijakan PPKM dan program vaksinasi pemerintah. Dua hal ini akan maksimal jika masyarakat disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

“PPKM sangat fokus mengatur mobilitas masyarakat. Sekarang tinggal pertanyaannya seberapa ketat mobilitas diatur menggunakan tingkat PPKM,” ujarnya.

Tindakan penegakan hukum yang kuat dan konsisten tetap perlu diterapkan kepada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan, karena dapat mempercepat penurunan kasus Covid-19. “Kalau melanggar hukum tentu bisa dikenakan denda atau sanksi, dan yang dihukum juga harus diadili,” ujarnya.

Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang kembali PPKM hingga 20 September 2021. Luhut Panjayitan, Ketua Satgas PPKM Jawa Bali, mengatakan pemerintah akan terus menggunakan PPKM di Jawa Bali dan sekitarnya. pulau dengan peringkat mingguan.

“Arah dari presiden, perintah dari kami, PPKM ini tidak akan kami akhiri sampai Covid-19 benar-benar terkendali,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat di daerah yang tingkat PPKMnya menurun untuk mencegah euforia yang akan menimbulkan masalah baru atau peningkatan jumlah kasus.

Artikel sebelumyaKemensos membagikan 200.660 masker dan paket vitamin kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
Artikel berikutnyaMaaruf Amin mengatakan vaksin COVID-19 tersedia untuk 77 persen populasi