Beranda Warganet Epidemiolog: Buat departemen untuk mempercepat pengendalian penyakit

Epidemiolog: Buat departemen untuk mempercepat pengendalian penyakit

Bentuk semacam departemen untuk mempercepat perang melawan penyakit di bawah pengawasan langsung presiden dan harus menjadi bagian dari sistem negara.

Jakarta (ANTARA) – Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Dr Pandu Riono meminta pemerintah membangun pusat pengendalian dan pencegahan penyakit agar Indonesia lebih siap menghadapi wabah lebih lanjut.

“Bentuk departemen untuk mempercepat pemberantasan penyakit di bawah presiden adalah langsung dan harus menjadi bagian dari sistem pemerintahan,” katanya, mengulanginya di Jakarta, Senin pagi.

Ia mengatakan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Indonesia perlu diperkuat dengan regulasi yang diatur undang-undang untuk memastikan pelaporan keuangan terbuka.

“Indonesia perlu membangun sistem perawatan kesehatan yang kuat agar siap menghadapi pandemi. Kami tidak membangun sistem sekarang, ”katanya.

Pandu mengatakan, kehadiran Gugus Tugas COVID-19, Komite Coronavirus 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) merupakan komite interim yang khusus menangani pandemi COVID-19.

“Kalau masih panitia, nanti setelah selesai panitia dibubarkan. Pengetahuan dan pengalaman menghadapi pandemi juga hilang,” ujarnya.

Dia mengatakan, sejumlah negara maju di dunia lebih siap menghadapi pandemi COVID-19 berkat peran Centers for Disease Control and Prevention di negaranya.

Misalnya, katanya, di Amerika Serikat dengan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), di China dengan China Central Depository and Clearing House (CCDC). “Negara-negara yang sudah siap sekarang merespons pandemi dengan lebih baik dan sistemnya sudah bekerja,” katanya.

Menurut dia, pemerintah perlu mengaktifkan semua kementerian dan departemen agar memiliki kesiapan yang lebih matang dan terintegrasi dalam menghadapi wabah berikutnya.

“Pandemi ini telah mengubah cara hidup setiap orang, mengubah perawatan kesehatan. Pandemi berikutnya akan jauh lebih dekat,” kata Pandu Riono.

Artikel sebelumyaAbrasi pantai di Cilacap
Artikel berikutnyaWisata halal adalah konsep perjalanan futuristik, kata para peneliti