Beranda Nusantara Elang Jawa dilepasliarkan di Bromo-Tenger-Semeru

Elang Jawa dilepasliarkan di Bromo-Tenger-Semeru

Konservasi satwa khususnya elang jawa

Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Seekor Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) yang berusia kurang lebih dua tahun dilepasliarkan ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) setelah direhabilitasi di Stasiun Flora Fauna Yogyakarta.

Direktur Jenderal Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Viratno, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat mengatakan pelepasliaran tersebut sebagai upaya pelestarian satwa.

“Ini salah satu cara untuk melindungi dan melestarikan satwa, khususnya elang jawa,” kata Viratno.

Pelepasan elang jawa berlangsung di Desa Ngadas, Kecamatan Ponkokusumo, Kabupaten Malang. Elang Jawa memenuhi sejumlah kriteria untuk dilepasliarkan ke alam liar.

Beberapa kriteria tersebut adalah perilaku berburu hewan tersebut mampu menangkap dan mengolah mangsa hidup. Kemudian hewan-hewan itu dibiarkan terbang melalui kandang-kandang di pusat rehabilitasi, dan hewan-hewan itu selalu menghindari kehadiran orang.

Secara gamblang dijelaskan bahwa elang jawa betina itu bernama Mira. Elang Jawa itu diserahkan oleh seorang warga Sleman, Yogyakarta. Mira juga menjalani rehabilitasi di stasiun Flora Fauna Bunder selama kurang lebih 1,5 tahun.

Menurutnya, Mira memiliki ciri khas panjang tubuh dari ujung paruh hingga ekor hingga 35 sentimeter, serta lebar sayap hingga 105 sentimeter. Elang Jawa berwarna coklat pucat.

Viratno menambahkan, kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru tidak hanya dibedakan oleh keindahan alamnya. Namun, juga merupakan rumah bagi berbagai jenis fauna. Taman Nasional Bromo-Tenger-Semeru adalah rumah bagi sekitar 200 spesies burung.

“Jadi bukan hanya keindahan bentang alamnya saja, tetapi juga keanekaragaman hayati faunanya, termasuk burung,” ujarnya.

Saat ini terdapat sekitar 571 elang jawa di pulau jawa, termasuk bali. Saat ini penyebaran elang jawa tidak hanya diamati di pulau Jawa, tetapi juga diamati di pulau Bali.

“Sekarang ada 571 ekor, semuanya ada di Jawa. Tapi ada tanda-tanda di Bali juga. Ini rekor baru di Bali,” ujarnya.

Sebagai informasi, tercatat ada 37 ekor elang jawa di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Sebanyak 35 ekor elang jawa dilepasliarkan sebagai hasil pengamatan, dan dua ekor lainnya merupakan elang jawa yang dilepasliarkan di Lumajang dan Malang.

Artikel sebelumyaBKSDA evakuasi perempuan tapir yang terjerat di Minas, Kabupaten Siak
Artikel berikutnyaBMKG prediksi puncak La Nina Januari-Februari 2022