Beranda Warganet Ekstraksi Kolagen Halal BRIN dari Kulit Kambing dan Cangkang Telur

Ekstraksi Kolagen Halal BRIN dari Kulit Kambing dan Cangkang Telur

Jakarta (ANTARA) – Pusat Penelitian Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengekstrak kolagen halal dari kulit dan cangkang telur kambing, yang merupakan limbah dari inkubasi telur, sebagai pengganti bahan halal.

“Kolagen yang saat ini banyak beredar merupakan kolagen impor dengan harga yang mahal, dan belum diketahui secara pasti status kehalalannya,” ujar peneliti PRTPP BRIN Rina Wahyuningsich saat webinar “Trends in Research on Animal Products: Challenges and Opportunities.” di Jakarta, Jumat.

Rina mengatakan, saat ini Indonesia masih mengimpor kolagen dan belum bisa memproduksi kolagen sendiri, padahal permintaan akan kolagen semakin hari semakin meningkat, seiring dengan tumbuhnya pola pikir masyarakat untuk meningkatkan konsumsi makanan yang memiliki nilai tambah kesehatan.

Selain itu, masyarakat cenderung kembali menggunakan bahan-bahan alami karena dianggap lebih aman daripada menggunakan obat-obatan yang berasal dari senyawa sintetik.

“Makanan yang diperkaya dengan kolagen baik untuk kesehatan tubuh karena salah satu manfaat kolagen adalah untuk mengencangkan kulit dan mencegah penuaan,” ujarnya.

Rina menuturkan seiring bertambahnya usia, intensitas produksi kolagen dalam tubuh semakin berkurang. Oleh karena itu, masyarakat perlu mendapatkan kolagen dengan mengonsumsi suplemen kolagen.

“Beberapa produk pangan yang diminati masyarakat saat ini antara lain suplemen kesehatan, minuman kesehatan, kosmetik dengan komposisi kolagen yang dijamin halal,” ujarnya.

Kolagen yang berasal dari kulit telur tidak memiliki sifat berisiko seperti reaksi autoimun dan alergi. Namun, pengembangan atau penggunaan membran cangkang telur untuk menghasilkan kolagen belum banyak diadopsi.

Oleh karena itu, pada tahun 2022, Rina dan timnya melakukan penelitian dan pengembangan untuk mendapatkan kolagen dari membran cangkang telur. Sementara itu, pada tahun 2016, ada penelitian terkait ekstraksi kolagen dari kulit kambing.

Beberapa proses yang dilakukan untuk mengekstrak kolagen dari kulit kambing antara lain kulit kambing direndam terlebih dahulu dalam natrium hidroksida selama satu hari kemudian diekstraksi dengan asam asetat selama dua hari.

Kemudian disaring dan diendapkan dengan natrium klorida atau garam. Setelah itu dilanjutkan dengan sentrifugasi (sentrifugasi) dan pengeringan beku sedimen.

Rina berharap ke depan dapat memanfaatkan dan mengkomersialkan hasil penelitian untuk membantu memenuhi permintaan kolagen halal di Indonesia melalui pemanfaatan sumber daya lokal.

Artikel sebelumyaPolda Maluku tangkap enam tersangka penyelundup senjata di Papua
Artikel berikutnyaLetnan Senior Arifin berbicara tentang bagaimana dia adalah lulusan terbaik dari NDA Jepang