Beranda Nusantara Ekowisata Bekantan mendukung program pariwisata berkelanjutan

Ekowisata Bekantan mendukung program pariwisata berkelanjutan

Banjarmasin (ANTARA) – Istri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Nur Asia Uno, mengatakan Ekowisata Bekantan di Kalsel sangat mendukung program pemerintah untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan.

“Kami menyambut baik Yayasan Bekantan Indonesia (SBI) yang tidak hanya peduli terhadap konservasi bekantan, tetapi juga mempromosikan Ekowisata Bekantan yang sudah mendunia,” katanya di Banjarmasin, Jumat.

Nur Asia mengapresiasi kerja tim SBI yang mampu mengelola dan mengembangkan Balai Penelitian Bekantan di Pulau Kuriak, Kawasan Barito Kuala, Kalimantan Selatan, serta mampu meningkatkan populasi Bekantan di kawasan tersebut sekaligus terus membudidayakan Bekantan.

“Ini tentu membawa kabar baik bagi kita semua. Kelanjutan kelahiran bekantan diharapkan dapat membantu meningkatkan populasi bekantan Indonesia,” ujarnya.

Kehadiran Nur Asia Uno di Stasiun Penelitian Bekantan yang dioperasikan SBI bekerjasama dengan Universitas Lambung Manggurat (ULM), khusus untuk memantau perkembangan Bekantan di Pulau Kuriak.

Menariknya, istri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memberi nama bekantan yang baru lahir itu. Hal itu ditandai dengan penandatanganan akta kelahiran bekantan.

“Saya menamai bayi bekantan ini Amel Junior. Penghargaan untuk Amalia Rezeki atas komitmennya terhadap konservasi bekantan. Saya berharap bekantan yang ada di Pulau Kuriak ini tetap lestari dan semakin mendunia,” ujar Nur Asia.

Sekelompok bekantan terlihat di Stasiun Penelitian Bekantan di Pulau Kuriak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. (ANTARA / Firman)

Sementara itu, pendiri SBI Amalia Rezeki mengatakan Nur Asia sangat peduli terhadap lingkungan dan pelestarian bekantan. Bahkan, ia juga tercatat sebagai donor konservasi bekantan yang dioperasikan SBI.

Menurut Amalia, “Amel Jr.” adalah kelahiran kembali bekantan di area stasiun penelitian bekantan selama tahun 2021. Bekantan di kawasan tersebut kini terbagi menjadi tiga kelompok dengan jumlah populasi sekitar 29 individu.

Bayi bekantan kecil dengan moncong hitam kebiruan berada di pelukan ibunya, Mimin, dari kelompok Bravo.

Amalia mengaku pertama kali masuk dan menguasai kawasan tersebut pada tahun 2014 lalu, jumlah bekantan hanya 14 ekor dan kini populasi bekantan meningkat cukup signifikan, mencapai 100 persen.

Pertumbuhan populasi bekantan yang luar biasa menunjukkan bahwa SBI dapat menguasai sebagian kecil wilayah Pulau Curiac di luar kawasan konservasi, namun dapat meningkatkan populasi bekantan di alam liar. *

Artikel sebelumyaBabylon Divide Forum membantu generasi muda untuk mencintai lingkungan melalui berbagai acara.
Artikel berikutnyaPencinta penyu Polewali Mandar raih penghargaan Kalpataru