Beranda Hukum Dua penambang intan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, tewas terkubur

Dua penambang intan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, tewas terkubur

Dua penambang atas nama Ahyani (35 tahun) dan Alfatoni (30 tahun) tewas karena tak bisa melarikan diri.

Banjarmasin (ANTARA) – Sebanyak dua tambang intan di Desa Bangkal, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), meninggal dunia saat dikubur usai penggalian yang mereka kerjakan ambruk dan mengubur jasadnya.

Kapolres Bandjarbaru Timur Ipda Subroto Rindang Arie S. di Bandjarbaru, Senin mengatakan, peristiwa yang menewaskan dua penambang itu terjadi pada Senin siang sekitar pukul 12.00 WITA.

“Dua penambang atas nama Ahyani (35) dan Alfatoni (30) tewas karena tidak bisa menyelamatkan diri saat longsor, sedangkan penambang lainnya selamat, namun ada yang luka-luka,” kata Kapolres.

Dua penambang yang tewas di lokasi penambangan itu tinggal di satu tempat, yakni di Jalan Ujung Murung RT 11 RW 03, Desa Sungai Tiung, Kecamatan Chempaka, Kota Banjarbaru.

Kejadian bermula ketika korban dan tujuh penambang lainnya sedang mencari intan atau permata di lokasi dekat bekas areal tambang PT Aneka Tambang, Cempaka, kata Kapolres.

Menurut seorang saksi yang merupakan rekan korban, saat itu, kedua korban sedang menggali lubang penggelontoran lima meter di bawah tanah untuk memudahkan pencarian berlian setempat.

Saat dua orang sedang menggali dengan cangkul, tiba-tiba terjadi longsor di lapisan atas tanah, yang menimpa tubuh dua orang yang tidak sempat meloloskan diri dari tumpukan tanah berpasir.

Tujuh penambang lainnya berhasil meloloskan diri dan selamat dari longsoran salju, kemudian mencari jasad keduanya selama kurang lebih 15 menit. Namun, setelah ditemukan, dua korban sudah meninggal.

Selain itu, jenazah kedua korban dibawa ke rumah duka masing-masing, dan setelah selesai prosesi biasa, mereka berdua langsung dimakamkan di sebelah pada sore hari.

Kapolres mengimbau kepada seluruh kelompok penambang intan agar berhati-hati dan selalu waspada, karena lubang yang digali sewaktu-waktu bisa runtuh dan menguburnya.

“Kami mengimbau para penambang berlian untuk lebih berhati-hati dan waspada karena tambang yang mereka kerjakan bisa sewaktu-waktu runtuh. Kami berharap tidak ada lagi penambang yang menjadi korban,” kata Kapolres Banjarbaru.

Artikel sebelumyaHot spot di lereng barat daya Gunung Merapi
Artikel berikutnyaBupati Bogor Serukan Pelemahan Sektor Usaha Kecil di 4 PPKM