Beranda Nusantara Dua elang kapak diluncurkan oleh BKSDA Sumsel

Dua elang kapak diluncurkan oleh BKSDA Sumsel

Elang Bondole sengaja kami lepas di Pulau Belitung karena cocok dengan alam dan lingkungan, mengingat elang jenis ini adalah elang laut.

Belitung, Babel (ANTARA) – Badan Perlindungan Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Selatan melepasliarkan dua ekor Elang Bondol (Haliastur Indus) di Hutan Kemasyarakatan Seberang Bersatu (Hkm), Desa Djuru Seberang, Tanjung Pandan, Belitung pada Kamis pagi.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Sumsel, Azis Abdul Latif, MS dari Tanjung Pandan, Kamis, mengatakan pelepasliaran tersebut dalam rangka mendukung program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk konservasi satwa liar negara.

“Kami sengaja melepas Elang Bondola di Pulau Belitung karena cocok dengan alam dan lingkungan, mengingat elang jenis ini adalah elang laut,” ujarnya.

Menurut dia, dua ekor elang tembaga (Haliastur Indus) menjalani proses rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi sesuai Protokol Penahanan No. BAP.106/K.12/TU/KSA/1/2019. 19 Januari 2019

Dikatakannya, kedua elang Nedol tersebut berasal dari sebuah komunitas di Kota Palembang dan diangkut ke PPS Alobi pada tahun 2019 sebagai titipan pemerintah untuk diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Elang bondol (haliastur indus) sudah dinyatakan sehat dan layak dilepasliarkan ke alam liar,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Belitunga Sahani Saleh memuji BKSDA Sumsel dan sejumlah pihak yang melepasliarkan hewan tanah liat di kawasan Hkm Seberang Bersatu yang sebelumnya merupakan kawasan penambangan timah.

“HKm Seberang Bersatu merupakan situs yang telah diakui UNESCO atas upaya aktif masyarakat untuk merehabilitasi bekas areal penambangan timah,” ujarnya.

Artikel sebelumyaBPK Konfirmasi SMBN Bab 7 Tangsel Terkait Aliran Uang Dalam Kasus Korupsi
Artikel berikutnyaPembukaan pabrik pengolahan di kawasan industri Medan