Beranda Warganet DPRD Palu: Kesalahan Pemkot Palu dalam Komunikasi Data BOR Fatal

DPRD Palu: Kesalahan Pemkot Palu dalam Komunikasi Data BOR Fatal

Palu (ANTARA) – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu Rizal mengatakan pemerintah Kota Palu (Pemkot) melakukan kesalahan dalam penyampaian data. hunian tempat tidur (MENGEBOR)
atau memiliki tempat tidur untuk pasien COVID-19 di rumah sakit khusus berakibat fatal.

“Yang jelas karena kesalahan BOR, Palu masih menerapkan penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, sehingga pelatihan tatap muka tidak bisa dilakukan,” katanya, Kamis. …

Padahal, siswa, guru dan staf pengajar, serta orang tua siswa sangat menginginkan pelatihan tatap muka berlangsung di ibu kota provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tersebut jika tingkat PPKM di Palu sudah turun ke level 3 atau 2.

Menurutnya, wajar jika kesalahan dilakukan oleh individu, karena masyarakat tidak lepas dari kesalahan, namun tidak bagi pemerintah kota Palu yang diisi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan orang-orang yang profesional di bidangnya. karena mereka melakukan kesalahan kecil. memiliki pengaruh yang besar terhadap kehidupan penduduk Palu.

“Selain itu, kebijakan melakukan rapid antigen testing bagi warga jika ingin dilayani di kantor kecamatan dan kelurahan juga masih ada karena Palu masih menerapkan PPKM Level 4 yang seharusnya diturunkan. ke level 3 atau bahkan 2,” ujarnya.

Akibat kesalahan ini, menurut Rizal, juga dialami oleh para pemudik, karena warga yang bepergian ke luar daerah, terutama yang menggunakan angkutan udara, diharuskan menunjukkan apusan. Reaksi berantai polimerase (PCR) dengan hasil negatif untuk COVID-19.

Mengingat PCR smear merupakan suatu keharusan bagi pemudik dari daerah yang menerapkan PPKM Level 4.

Rizal meminta Pemkot Palu menjadikan kesalahan ini sebagai pelajaran berharga agar tidak terulang kembali.

Ia khawatir jika kesalahan serupa terulang atau bahkan membuat kesalahan dalam hal lain, akan kehilangan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah Kota Palu.

“Saya berharap ini adalah kesalahan pertama dan terakhir dari pemerintah kota Palu. Jangan diulangi lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemkot Palu salah melaporkan data BOR ke pemerintah pusat yang seharusnya data BOR di RS Khusus pasien COVID-19 di Palu yang sudah 30 persen, namun yang dilaporkan masih di atas 30 persen.

Alhasil, pemerintah pusat melalui Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) terus menetapkan tingkat PPKM di Kota Palu pada 4.*

Artikel sebelumyaSulbar minta Pusat selesaikan masalah perbatasan dengan Sulteng
Artikel berikutnyaGubernur Sulteng: Alhairaat harus terus kembangkan sektor pendidikan