Beranda Hukum Dosen USK Aceh yang pernah dipenjara akan mengajar dari dalam penjara

Dosen USK Aceh yang pernah dipenjara akan mengajar dari dalam penjara

Banda Aceh (ANTARA) – LBH Banda Aceh memastikan guru besar Universitas Syiah Kuala (USK) Dr Sayful Mahdi yang terjerat kasus UU ITE akan tetap mengajar di Lapas.

“Kami pastikan kegiatan mengajarnya sebagai dosen yang sedang menempuh beberapa mata kuliah di fakultas USK MIPA bisa dilanjutkan di penjara,” kata Direktur LBH Banda Aceh Syahrul, sekaligus pengacara Saiful Mahdi di Banda Aceh, Jumat.

Sebelumnya, menurut hasil Pengadilan Kasasi (MA) yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh, Saiful Mahdi harus menjalani hukuman tiga bulan penjara dan denda 10 juta rupee karena mengkritik urusan internal USC. Grup WhatsApp terkait hasil tes CPNS untuk fakultas teknik kampus.

Kejaksaan Negeri Banda Aceh telah menetapkan Sayful Mahdi menjalani hukuman penjara di Lapas Kelas IIA Banda Aceh di Lambaro, Aceh Besar.

Syahrul menuturkan, saat Saiful Mahdi dibawa ke Lapas, pihaknya meminta kepada Kepala Lapas IIA Banda Aceh S Mahdar untuk menyediakan ruang belajar bagi dosen tersebut.

Kalapas menyambut baik permintaan tersebut, kata Syahrul, bahkan nantinya semua tempat akan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan belajar mengajar.

“Kalapas menjamin proses pembelajaran Saifula Mahdi, apalagi kabarnya tersedia juga kemampuan internet, begitu juga dengan sarana pembelajaran online lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, S. Mahdar menjamin tidak akan ada kendala dalam proses belajar mengajar Sayful Mahdi, karena tempat yang diperlukan sudah tersedia.

“Ini akan kita fasilitasi, hanya jadwal dan detail teknis yang bisa dibicarakan nanti dengan petugas,” kata S. Mahdar.

Sebagai informasi, Pengadilan Negeri Banda Aceh memvonis cendekiawan Universitas USK Saiful Mahdi, terkait dengannya, tiga bulan penjara karena melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Seorang dosen USK MIPA dinyatakan bersalah atas tuduhan pencemaran nama baik yang disengaja dan tidak dapat dipindahtangankan sehubungan dengan hasil tes CPNS untuk seorang dosen fakultas teknik kampus.

Usai putusan PN Banda-Aceh, Sayful Mahdi mengajukan kasasi ke Pengadilan Tinggi Banda-Aceh ke Mahkamah Agung Kasasi, namun semua putusan menguatkan putusan PN Banda-Aceh.

Artikel sebelumyaRCMP menangkap dua kapal pukat harimau di perairan Selat Malaka
Artikel berikutnyaSupplier Senjata Buru Polisi KKB Puncak