Beranda News DNDR Tulungagung Ubah Komposisi Fraksi Setelah Penangkapan PKC

DNDR Tulungagung Ubah Komposisi Fraksi Setelah Penangkapan PKC

“Ya, perubahan ini berdasarkan surat pernyataan dari partai tempat dua anggota kami ditahan oleh PKC,” kata Ketua PDRD Tulungagung Marsono di Tulungagung, Minggu.

Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) – DPRD Tulungagung memutuskan untuk mengubah susunan dan formasi kepengurusan dua fraksi di lembaga tersebut menyusul penangkapan dua wakilnya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Ya, perubahan ini berdasarkan surat pernyataan dari partai tempat dua anggota kami ditahan oleh PKC,” kata Ketua PDRD Tulungagung Marsono di Tulungagung, Minggu.

Dua wakil yang ditangkap dan ditahan oleh PKC adalah Adib Makarim dan Imam Hambali.

Adib dikenal sebagai politisi veteran PKB berpangkat tinggi. Selain jabatan terakhirnya sebagai ketua akhir PKB, Adib juga menjabat posisi politik wakil ketua DPRD Tulungagung.

Sementara itu, Imam Hambali adalah politisi dari Partai Hati Nurani Rakyat.

Di DPRK Tulungagung, Imam Hambali adalah ketua Fraksi Nurani Rakyat.

“Berdasarkan surat partai, kami adalah pengurus partai,” katanya.

Surat No. 513/DPC-25.04/02/VIII/2022 tanggal 11 Agustus 2022 dari PCB Kabupaten Tulungagung kepada DPK perihal Usulan Pelaksanaan Tugas (Plt) Pimpinan DPRP Tulungagung.

Diumumkan bahwa Drs. H. Ali Masrup sebagai Pj. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung Periode 2019-2024

Sementara itu, Surat dari PPK Hanur No.: 2041/DPC-TAG/HANURA/VIII/2022 tanggal 16 Agustus 2022 Tentang Pengalihan Kelengkapan Anggota DPDR, Perubahan Susunan Anggota “Persatuan Nurani” Fraksi.

Dalam surat itu, posisi Imam Hambali sebagai ketua Fraksi diubah oleh Mutiin.

Selain keduanya, Agus Budiyarto, mantan wakil ketua DPRD periode 2014-2019, juga terseret.

Ketiganya merupakan Wakil Ketua DPRD periode 2014-2019.

Tiga di antaranya diduga terlibat dalam dugaan suap pengesahan APBD dan/atau APBD Perubahan Tulungagung Tahun Anggaran 2015-2018.

Artikel sebelumyaSMRC: Selektivitas Ganjar meningkat
Artikel berikutnyaSMRC: Puan dan Airlangga Tidak Kompetitif dalam Tukar Presiden