Beranda Nusantara DLH: Program pemilahan sampah dapat mengurangi volume TPA hingga 30 ton

DLH: Program pemilahan sampah dapat mengurangi volume TPA hingga 30 ton

Jadi hanya 20 persen sampah yang masuk ke TPA.

Mataram (ANTARA) – Badan Perlindungan Lingkungan Hidup Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan program pemilahan sampah secara intensif berhasil mengurangi jumlah sampah yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Lombok Barat, sebanyak 30 ton. dalam sehari.

“Jumlah sampah yang dibuang di TPA kini turun menjadi 30 ton per hari dibandingkan jumlah sampah per hari di Mataram yang sekitar 200 ton,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram HM Kemal Islam. di Mataram, Jumat.

Berdasarkan penilaian, lanjutnya, program besar-besaran angkut sampah dari rumah yang telah digalakkan selama sebulan terakhir telah berkontribusi dalam pengurangan sampah.

Berkat sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan dengan partisipasi pejabat di 325 kecamatan dan ratusan pegawai tersebut, program pemilahan sampah rumah tangga mulai berjalan efektif.

Sampah yang dipilah dalam sebulan mencapai 20 persen dari volume sampah per hari. Penjualan melebihi target yang ditetapkan sebesar 5 persen per bulan.

“Diperkirakan 20 persen pilkada akan dilaksanakan pada Oktober 2022, karena tujuan kami memilih 5 persen sampah dalam sebulan. Tapi Alhamdulillah, masyarakat antusias dan positif dengan program ini,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, untuk memotivasi masyarakat memulai gerakan memilah sampah dari rumah, setiap kecamatan Mataram telah mencanangkan program pemilahan sampah dengan konsep masing-masing, yang dimasukan dalam proses pembuatan avig avig di setiap kecamatan. .

Meskipun kabupaten memiliki konsep yang berbeda, namun tujuannya tetap sama, yaitu: menggalang partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah rumah tangga.

“Jika antusiasme masyarakat untuk memilah sampah semakin besar, maka insya Allah tahun depan kita bisa memilah hingga 80 persen, sehingga hanya 20 persen sampah yang dibuang di TPA,” ujarnya.

Pemilahan sampah dapat memudahkan karyawan untuk mengolah sampah sesuai jenisnya di tempat daur ulang sampah terpadu (ITTP), ujarnya.

Misalnya sampah makanan, sayur dan buah dijadikan pakan larva, sampah organik dikomposkan, dan sampah plastik, termasuk kertas kresek, dikumpulkan sesuai jenisnya.

“Kalau ke depan ada yang mencari sampah plastik, kita buang saja. Tapi sampah plastik seperti botol, gelas dan lain-lain biasanya dikumpulkan oleh pemulung, dan ada banyak cod,” katanya.

Artikel sebelumyaSawah yang terkena lindi dari TPA Purwakarta sedang dikompensasi oleh pemerintah daerah.
Artikel berikutnyaWarga Agama menyerahkan kukang ke resor KSDA Maninjau setelah memasuki rumah mereka.