Beranda Hukum DJP Serentak Sita 12 Aset Utang Pajak di Riau

DJP Serentak Sita 12 Aset Utang Pajak di Riau

Pekanbaru (ANTARA) – Kanwil DJP Provinsi Riau melalui tujuh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) menyita aset 12 Wajib Pajak (WP) yang menunggak secara bersamaan.

“Penyitaan serentak ini dilakukan terhadap 12 Wajib Pajak dengan total outstanding utang Rp 30,8 miliar, dan Kanwil DJP Riau mampu menyita aset wajib pajak dengan total nilai Rp 2,08 miliar dalam aset yang disita,” kata eksekutif audit. departemen. , Penagihan, Intelijen dan Penyidikan Kanwil DJP Riau, Rizal Fahmi, di Pekanbaru, Jumat.

Dikatakannya, sejumlah aset yang disita, yakni sita posko Pratama Pekanbaru Senapelan tanah dan bangunan (tanah 72 m2 dan rumah 56 m2), posko Pratama Dumai menyita kendaraan bermotor Honda CRV 2.4 A/T 2012, pos pemeriksaan Pratama Pekanbaru Indah disita 2 2008 Suzuki Swift A / T akun dan mobil.

KPP Madya Pekanbaru menyita sejumlah uang, KPP Pratama Bengkalis menyita satu unit mobil Toyota Innova XW41 2010, KPP Pratama Bangkinang menyita tanah dan bangunan (Ruko, kavling 300m2 dan bangunan 500m2), dan KPP Pratama Pangkalan Kerinci menyita tujuh lembar.

Harta yang disita merupakan jaminan pelunasan tunggakan pajak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pemungutan pajak dalam bentuk perampasan diatur dalam pasal 12 Undang-undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang Pemberlakuan Pajak, sebagaimana telah diubah dengan UU No. 19 Tahun 2000,” jelasnya.

Sebelum melanjutkan ke tahap penyitaan, petugas terlebih dahulu menggunakan pendekatan yang meyakinkan, namun wajib pajak tidak melunasi utang pajaknya. Penyitaan tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera dan mendorong wajib pajak untuk segera melunasi utang pajaknya.

“Jika Wajib Pajak tidak melunasi utang pajaknya dalam jangka waktu yang ditentukan, tindakan dapat dilanjutkan dengan menjual barang sitaan (pelelangan),” jelasnya.

Ia menjelaskan, penyitaan berjalan lancar dan kondusif berkat dukungan dan kerjasama instansi/lembaga terkait seperti perbankan LJK, pemerintah daerah, administrasi pertanahan dan kepolisian.

“Sejalan dengan himbauan pemerintah, seluruh petugas melakukan tindakan Sita secara serentak, mengikuti protokol kesehatan: cuci tangan, pakai masker, hindari keramaian dan jaga jarak aman,” katanya.

Artikel sebelumyaUntuk menghormati peringatan 48 tahun Godbless, konser virtual akan diadakan pada 31 Agustus
Artikel berikutnyaDeputi Partai Komunis Tiongkok: Hanya 7 Pelaku Korupsi yang Dihukum Inspeksi Instruktur Anti-Korupsi