Beranda News Disdukkapil Bekasi kunjungi pasien rumah sakit untuk rekam kartu identitas elektronik

Disdukkapil Bekasi kunjungi pasien rumah sakit untuk rekam kartu identitas elektronik

Kota Bekasi (ANTARA) – Dinas Catatan Sipil Kota Bekasi, Jawa Barat, telah melakukan pendaftaran KTP atau KTP elektronik bagi pasien yang membutuhkan pelayanan manajemen kependudukan di RS Kartik Husada Jatiasih, Bekasi.

“Kami mengantarkan bola ke rumah sakit agar masyarakat bisa terbantu dengan pelayanan prima dari pemerintah,” kata Wali Kota Bekasi Taufik Hidayat kepada Disdukcapil di Bekasi, Selasa.

Taufik mengatakan, pihaknya memantau laporan masyarakat bahwa Disdukcapil Bekasi meminta datang ke rumah sakit karena salah satu pasien membutuhkan KTP elektronik untuk mengisi berkas administrasi pasien.

“Jadi, ada seorang anak yang mengadu ke kantor kecamatan Jatiashih bahwa ibunya ada di rumah sakit dan dia sangat membutuhkan kartu identitas elektronik,” katanya.

Operator segera bergegas ke rumah sakit untuk direkam di salah satu ruang rawat inap dengan perekam ID elektronik. Setelah selesai melakukan perekaman data, operator langsung menyerahkan dokumen yang diperlukan melalui koordinasi dengan petugas di kantor.

“Pelayanan ini menunjukkan kesederhanaan pengelolaan administrasi kependudukan, hanya membutuhkan koordinasi dan sinergi yang cepat. Hanya mengambil bola di tangan Anda sangat sederhana. mendesak Dan ini perlu dilakukan dengan cepat, karena pasien sudah berada di rumah sakit RS Kartik Khusada Bekasi,” jelasnya.

Seorang pegawai operator Disdukcapil Bekasi, Jawa Barat, menyerahkan dokumen kependudukan usai melakukan perekaman data kepada pasien di ruang rawat inap RS Kartik Husada Bekasi, Selasa (30 Agustus 2022). (ANTARA/Pradita Kurniawan Siya).

KTP elektronik diberikan kepada Sadiya dengan alamat Jalan Kampung Padurenan RT 03 RW 06 Desa Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih agar administrasi rumah sakit bisa segera dilakukan.

Taufik menjelaskan, sistem pencatatan KTP elektronik ini didukung dengan portable recorder di 12 kecamatan di Kota Bekasi untuk memudahkan pelayanan warga berkebutuhan khusus.

Warga yang ingin mendapatkan layanan ini adalah warga dengan kebutuhan atau kondisi khusus yang tidak dapat mengunjungi kantor layanan terdekat. Cukup mengajukan permohonan e-OPen secara online melalui menu Anduk Bang Bek atau layanan masyarakat berkebutuhan khusus.

Selain itu, warga juga bisa melapor langsung melalui staf Disdukcapil di seluruh wilayah. Layanan ini dapat tersedia bagi individu dan masyarakat yang membutuhkan layanan.

“Diharapkan dengan adanya kejadian ini, kebutuhan akan layanan Dukcapil dapat dengan mudah terpenuhi. Kami berharap warga menyadari pentingnya kehati-hatian administrasi kependudukan dalam setiap kejadian,” kata Taufik.

Artikel sebelumyaRatusan WO di Surabaya berhasil mengintegrasikan pelayanan publik
Artikel berikutnyaPresiden dan Ireana Jokowi ke Papua Serahkan NIB bagi pelaku UMK