Beranda Warganet Dirjen: Perlu untuk mengintensifkan pengembangan mineral laut dalam.

Dirjen: Perlu untuk mengintensifkan pengembangan mineral laut dalam.

kami hanya mengambil posisi untuk menyiapkan konsep besar

Jakarta (ANTARA) – Ridwan Jamaluddin, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengatakan eksplorasi mineral laut dalam perlu dilanjutkan dan diperluas di Indonesia.

“Dari segi sumber daya hayati, saya kira sudah cukup banyak yang kita lakukan, namun masih harus kita gencarkan sumber daya mineral ini,” kata Ridwan dalam seminar virtual (webinar) tentang “Eksplorasi Laut Dalam di Indonesia: Potensi, Kebijakan, Tantangan dan Teknologi” di Jakarta, Kamis.

Ridwan mengatakan keterlibatan dan aktivitas Indonesia dalam eksplorasi mineral laut dalam di perairannya sendiri saat ini masih minim.

Oleh karena itu, kegiatan ini harus dilakukan untuk mengetahui keberadaan dan kuantitas potensi mineral laut dalam yang tersebar di seluruh Indonesia sehingga dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan, kemajuan dan pembangunan bangsa Indonesia.

“Kegiatan kami memang fokus pertambangan, tapi menurut saya masih terlalu minimalis. Apa yang kita lakukan sekarang lebih banyak berkaitan dengan eksplorasi dan pengembangan pasir laut, yang beberapa di antaranya, khususnya, terkait dengan ekstraksi timah. Selain itu, kami belum berbuat banyak,” kata Ridwan.

Selain eksplorasi mineral dasar laut dalam di wilayahnya sendiri, Indonesia sebenarnya dapat mengeksplorasi deposit mineral dasar laut dalam di wilayah di luar yurisdiksi nasional. Namun, sejauh ini, partisipasi Indonesia masih kecil.

“Mungkin saat ini kita hanya mengambil posisi untuk mempersiapkan konsep yang lebih besar tentang bagaimana kita ingin berpartisipasi, sekarang lebih baik fokus pada area internal terlebih dahulu untuk mengambil tindakan yang lebih potensial dan mungkin lebih dekat dengan implementasi”, – kata Ridwan. …

Ridwan juga mengatakan bahwa Indonesia harus memiliki peraturan perundang-undangan yang komprehensif tentang pengelolaan sumber daya alam di dasar laut, khususnya mineral.

Selain itu, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan bahwa Indonesia menjadi anggota UNCLOS 1982 atau Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut 1982, oleh karena itu Indonesia juga menjadi anggota Otoritas Dasar Laut Internasional (ISA).

Sebagai negara anggota ISA, Indonesia dapat berpartisipasi dalam eksplorasi dan pemanfaatan Deep Seabed Mining di wilayah laut lepas/area di luar yurisdiksinya.

Hingga Mei 2018, International Seabed Agency (ISA), badan yang mengatur kegiatan di wilayah di luar yurisdiksi nasional, telah menerbitkan 29 kontrak untuk eksplorasi deposit mineral laut dalam. Lebih dari 1,5 juta kilometer persegi dasar laut internasional, kira-kira seukuran Mongolia, telah dibuka untuk eksplorasi mineral di Samudra Pasifik dan Hindia, serta di sepanjang Punggungan Atlantik Tengah.

Namun, Indonesia belum memiliki kontrak untuk eksplorasi laut dalam untuk mineral di wilayah di luar yurisdiksi nasionalnya.

Artikel sebelumyaBasarnas berhenti mencari orang hilang di lima puluh kota
Artikel berikutnyaPemkab Mojokerto Luncurkan Call Center TRC COVID-19