Beranda News Dewan Pers menghargai media terkemuka yang menjaga kualitas jurnalistik

Dewan Pers menghargai media terkemuka yang menjaga kualitas jurnalistik

Jakarta (ANTARA) – Dewan Pers mengapresiasi lembaga pers yang senantiasa terlibat dalam menjaga kualitas jurnalisme melalui penerapan Kode Etik Jurnalis.

“Kami di Dewan Pers sangat mengapresiasi lembaga pers yang terus konsisten berpartisipasi menjaga kualitas jurnalisme. Pada saat yang sama, kami juga secara aktif terus meningkatkan kualitas penanganan pengaduan yang diterima Dewan Pers,” kata Yadi Hendriana, Ketua Komisi Etik dan Pengaduan Dewan Pers, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan Dewan Pers terus meningkatkan penegakan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) terhadap media yang dianggap lalai.

Selain aktif memantau media online yang memuat konten tidak sehat, Dewan Pers juga mempertimbangkan pengaduan masyarakat atas pemberitaan di berbagai media. Konten yang tidak sesuai dengan standar etika juga akan dikritik.

“Selama Juli kami mempertimbangkan 59 pengaduan. Sebanyak 47 kasus yang diadili yang ditemukan melanggar KEJ, dengan protokol rekonsiliasi dalam tujuh kasus, PPR dalam empat kasus, dan 36 kasus diselesaikan secara tertulis,” katanya.

Menurut dia, media yang dianggap melanggar KEJ harus diberikan hak jawab atau hak koreksi. Beberapa media juga membuat permintaan maaf publik.

Yadi mengingatkan, media internet tidak hanya mengejar clickbait, tapi juga tidak sesuai dengan etika jurnalistik.

Selain itu, media online diminta tidak hanya untuk segera menyajikan berita, tidak memperhatikan verifikasi dan verifikasi informasi.

Sejak Januari hingga akhir Juli 2022, Dewan Pers menerima 460 pengaduan. Sebanyak 333 kasus (72,3 persen) dipertimbangkan. Ada 127 pengaduan yang sedang dalam proses penyelesaian.

Direncanakan hingga akhir tahun 2022, setidaknya 90 persen pengaduan sudah bisa diselesaikan. Secara umum, pelanggaran kode etik oleh media bukanlah verifikasi informasi, bukan konfirmasi, tetapi penilaian.

Dewan Pers mendorong semua media di berbagai platform untuk menjaga kehidupan pers yang sehat.

Ia menghimbau kepada seluruh media untuk bersikap etis dan mematuhi norma-norma sosial dan agama yang disepakati bersama dan berlaku di masyarakat.

Dewan Pers menyadari bahwa banyak berita media dapat melanggar etika jurnalistik. Untuk itu, Dewan Pers juga meminta masyarakat untuk ikut memantau sajian tidak sehat tersebut dan melaporkannya ke Dewan Pers dengan bukti-bukti yang ada.

Artikel sebelumyaPenjara bagi pecandu narkoba tidak menyelesaikan masalah
Artikel berikutnyaAirlangga: KIB Daftar ke KPU, Bukti Kuat Sampai Pilkada