Beranda Hukum Departemen Kepolisian Umum Konfirmasi Vaksin Booster Untuk Tenaga Kesehatan Dan Paramedis

Departemen Kepolisian Umum Konfirmasi Vaksin Booster Untuk Tenaga Kesehatan Dan Paramedis

Tak satu pun dari petugas polisi menerima dosis ketiga dari vaksin.

Jakarta (ANTARA) – Kabag Humas Polri Irjen Paul. Argo Yuvono membenarkan bahwa vaksinasi dosis ketiga (penguat) Mabes Polri untuk Tenaga Medis dan Tenaga Medis Pembantu di Korps Bhayangkar.

“Yang mendapat vaksin” penguat Mereka adalah tenaga medis dan orang-orang yang bekerja di fasilitas kesehatan Polri atau disebut sebagai pendukung tenaga medis,” kata Argo usai dikonfirmasi di Jakarta, Selasa malam.

Argo menjelaskan kepada para pendukung vaksinasi tenaga kesehatan penguat bekerja sebagai petugas kebersihan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan milik polisi, dan sebagai sopir ambulans.

Tenaga kesehatan mendukung pekerja, termasuk pekerja yang berisiko tertular COVID-19 karena pekerjaannya berinteraksi dengan pasien di fasilitas kesehatan Polri, kata Argo.

“Meskipun mereka bukan tenaga kesehatan, mereka semua memiliki risiko yang sama dengan tenaga kesehatan, sehingga mereka membutuhkan penguat– kata Argo.

Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Masyarakat (Kabagpenum) Bagian Humas Polri Kombes Paulus. Ahmad Ramadhan menambahkan, Polri menanggapi unduhan LaporCovid-19 yang menyebutkan vaksinasi dosis ketiga diberikan kepada tenaga nonmedis di Mabes Polri.

Menurutnya, Polri harus diberi penjelasan agar informasi yang disebarluaskan tidak bias di masyarakat dan sekaligus mengoreksi kesalahan yang dibuat.

“Kalau tidak kami jelaskan, informasi itu seolah-olah menunjukkan bahwa kami bisa memberikan informasi di Mabes Polri. penguat orang lain selain tenaga medis. Artinya informasi itu tidak benar,” kata Ramadhan.

Ramadan juga memberikan vaksinasi dosis ketiga di Mabes Polri untuk tenaga medis dan kesehatan seperti petugas kebersihan di rumah sakit dan poliklinik, serta pengemudi ambulans yang mengangkut pasien COVID-19.

“Tidak ada polisi yang dibawa masuk penguatMisalnya, saya hanya mendapat Sinovac dua kali, ”kata Ramadhan.

LaporCovid-19 mengunggah informasi melalui laman media sosialnya berdasarkan laporan yang diterima bahwa tenaga nonmedis telah menerima vaksin tersebut. penguat Ternyata dia menerima konfirmasi cetak kartu vaksinasi COVID-19. Pelanggaran itu terjadi di situs vaksinasi yang ditulis di Mabes Polri.

Dalam unggahan tersebut, LaporCovid-19 mendesak Kementerian Kesehatan untuk mengusut pelanggaran ketiga vaksin tersebut dan mengungkap praktik lapangan.

LaporCovid-19 juga meminta Kementerian Kesehatan untuk menjatuhkan sanksi kepada penguat data yang tidak dihukum dan terbuka pada penerima vaksin penguat

Artikel sebelumyaKejaksaan Tangeranga Terima 7 Kasus Penyelundupan WNA India
Artikel berikutnyaPolres Kutai Timur Cegah Perdagangan Narkoba Seberat 4 Kg