Beranda Warganet Delapan korban tragedi Kanjurukhan masih dirawat di RS Saiful Anwar.

Delapan korban tragedi Kanjurukhan masih dirawat di RS Saiful Anwar.

Malang (ANTARA) – Delapan korban tragedi 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Kota Malang.

Menurut Direktur Rumah Sakit Saiful Anwar, dr. Kohar Hari Santoso, empat dari delapan korban tragedi Kanjurukhan yang dirawat di RS Saiful Anwar, telah dirawat di Intensive Care Unit (ICU).Unit perawatan intensif/ORIT).

“Untuk yang saat ini masih dirawat di ICU ada empat orang. Empat di antaranya masih labil,” kata Kohar di Malang, Senin.

Menurutnya, empat korban tragedi di Kanjurukhan yang berada di unit perawatan intensif, masih menggunakan alat bantu pernapasan.

Kohar mengatakan empat korban lainnya sedang dirawat di fasilitas tersebut. Unit perawatan intensif (GKU).

Korban yang dirawat di fasilitas HCU, yang dalam kondisi lebih stabil, harus tetap membutuhkan pemantauan penuh, katanya.

Ia mengatakan, penempatan pasien di unit perawatan intensif dan unit perawatan intensif didasarkan pada kondisi pasien.

“Jumlahnya dinamis, jadi kita observasi di ICU. Jika ternyata ada kebutuhan untuk perbaikan (pengobatan), mereka dirawat di ICU. Sejauh ini ada empat orang di ICU dan empat orang lagi di GKU,” katanya.

Menurut dia, total 78 korban tragedi di Kanjurukhan dirawat di RS Saiful Anwar, dan 70 di antaranya menjalani rawat jalan, rutin berkunjung ke rumah sakit.

“Hari ini enam pasien dari Kanjurukhan menjalani observasi di poli bedah dan enam lagi di poli mata,” katanya.

Sementara itu, Muhammad Afrizal, bocah lelaki berusia 10 tahun yang dirawat karena luka-luka yang dideritanya saat kerusuhan di Stadion Kanjurukhan, menurut orang tuanya dalam kondisi baik.

“Masih ada proses penyembuhan luka di paha. Sekarang kita bisa berkomunikasi,” kata Aminayu, orang tua Afrizal.

Pada Sabtu (1/10) kisruh meletus usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Saat kerusuhan meningkat, aparat gabungan polisi dan TNI berusaha membubarkan para pendukung dengan menggunakan gas air mata.

Kerusuhan tersebut mengakibatkan 754 korban jiwa dengan rincian 132 meninggal dunia, 596 luka ringan hingga sedang, dan 26 luka berat.

Artikel sebelumyaMensos pastikan keselamatan para pengungsi terdampak longsor Kebon Kelapa Bogor
Artikel berikutnyaPencarian band legendaris Malaysia untuk tampil di Bandung