Beranda Nusantara Daerah Toru memiliki tingkat kegempaan aktif.

Daerah Toru memiliki tingkat kegempaan aktif.

Gempa tersebut menyebabkan kerusakan ringan berupa retakan pada dinding, seperti yang terjadi di kompleks perumahan Bandara Aek Godang dan Pondok Pesantren Nurul Falah di Panompuan.

Jakarta (ANTARA) – Segmen Toru yang menyebabkan gempa 5,3 di Padang Lavas Utara, Provinsi Sumatera Utara pada Rabu 19.12.06 WIB, memiliki tingkat kegempaan aktif dengan laju geser sesar sembilan milimeter per tahun.

“Daerah yang terkena gempa ini dikenal sebagai daerah rawan gempa. Pasalnya, zona ini berada di jalur segmen Toru dengan tingkat kegempaan aktif,” kata koordinator mitigasi gempa dan tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (BMKG) Dariono di Jakarta, Rabu.

Dariono beberapa kali mengatakan bahwa telah terjadi gempa bumi yang kuat dan merusak di daerah tersebut. Menurut data sejarah, telah terjadi gempa bumi yang kuat dan merusak di masa lalu, yaitu pada tahun 1916 dengan kekuatan 6,8, pada tahun 1921 dengan kekuatan 7,0, kemudian pada tahun 1984 dengan kekuatan 6,4 dan pada tahun 1987 dengan kekuatan 6,6. …

Dariono juga menjelaskan bahwa gempa Rabu sore tersebut merupakan jenis gempa kerak dangkal yang dikenal sebagai “gempa kerak dangkal” akibat aktivitas sesar yang intens yaitu Zona Sesar Sumatera Raya, di segmen Toru.

Pusat gempa berada di darat dengan pusat gempa berada pada satu titik dengan koordinat 1,41 derajat LU dan 99,41 derajat BT tepatnya di darat pada jarak 16 km sebelah timur Padang Sidempuan pada kedalaman 15 km.

Gempa tersebut disebabkan oleh sesar mendatar. Hasil analisis mekanisme fokus menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme geser tangan kanan. Menurutnya, hasil analisis ini sesuai dengan karakteristik mekanisme fokus gempa sesar Sumatera.

Guncangan gempa terasa sangat kuat di Aek Godang, Batang Toru dan Padang Sidempuan, mencapai skala intensitas IV-V MMI yang dirasakan seluruh warga, bahkan banyak warga yang berlarian keluar rumah untuk mengungsi. Gempa juga dirasakan di Padang Lavas dan Tapanuli Tengah dengan skala intensitas II-III MMI.

Menurut laporan awal, gempa tersebut menyebabkan kerusakan ringan berupa retakan pada dinding, seperti yang terjadi di kompleks perumahan Bandara Aek Godang dan di gedung Pondok Pesantren Nurul Falah di Panompuan.

Artikel sebelumyaBantu Akses Layanan Pemerintah, Home Office Buat Kartu Tanda Penduduk Elektronik Untuk Waria
Artikel berikutnyaBanjir Aceh-Jaya, Evakuasi 3.115 Warga Dua Kecamatan