Beranda Warganet CYPR merekomendasikan perluasan informasi tentang produk tembakau alternatif

CYPR merekomendasikan perluasan informasi tentang produk tembakau alternatif

Jakarta (ANTARA) – Pusat Penelitian Pemuda dan Kependudukan (CYPR) merekomendasikan pemerintah meningkatkan sosialisasi yang relevan dan akuntabel kepada perokok dewasa tentang produk tembakau alternatif (PTA) sebagai langkah untuk mengurangi prevalensi dan bahaya merokok.

“Negara harus berperan aktif dalam pencarian, produksi, dan transmisi informasi terkait kesehatan. Termasuk informasi produk tembakau alternatif yang secara ilmiah memiliki tingkat risiko yang jauh lebih rendah dibandingkan rokok biasa,” kata Direktur CYPR Dedek Prayudi di sela acara. pengarahan media tematik PProduk tembakau alternatif: bagaimana seharusnya diatur? di Jakarta, Selasa.

Uki, demikian Dedeka Prayudi biasa disapa, menambahkan bahwa informasi tentang produk tembakau alternatif yang dipersiapkan, dikomunikasikan dan dikemas dengan baik sebagai program edukasi tidak hanya dapat mengurangi prevalensi merokok, tetapi juga dapat menjadi bagian dari program komprehensif yang bertujuan untuk diversifikasi pertanian tembakau. ekonomi. produk.

Selain itu, Uki mengatakan bahwa peningkatan kesadaran akan produk tembakau alternatif terkait kesehatan pada dasarnya merupakan bagian dari hak warga negara Indonesia, khususnya perokok dewasa, untuk memiliki hak untuk sehat.

Hal ini, katanya, sejalan dengan amanat Pasal 4 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Pasal tersebut menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kesehatan. Kemudian Pasal 7 UU Kesehatan menyatakan bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama untuk memperoleh informasi dan pendidikan tentang kesehatan yang seimbang dan bertanggung jawab.

Sebelumnya, Uki mengatakan, berdasarkan sejumlah penelitian ilmiah, baik di dalam maupun di luar negeri, diketahui bahwa produk tembakau alternatif memiliki risiko kesehatan yang jauh lebih rendah daripada rokok.

Hal ini karena produk tembakau alternatif menggunakan konsep harm reduction daripada combustion, sehingga paparan zat berbahaya berkurang 90 hingga 95 persen.

Oleh karena itu, produk ini dapat digunakan oleh perokok sebagai alternatif untuk membantu mereka mengurangi risiko kesehatan yang terkait dengan merokok.

“Mengacu pada fakta ilmiah tersebut, Inggris, Selandia Baru, Jepang, dan yang terbaru Filipina mendukung penggunaan produk tembakau alternatif dan memperkuatnya dengan aturan berdasarkan profil risiko,” katanya.

Artikel sebelumyaDoa bersama 1.000 Pinandite untuk G20 yang tersebar di Bali
Artikel berikutnyaKemenko PMK perkuat koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan TB