Beranda Warganet Cadiskominfo: Tiga Wilayah Kaltim Masuk EMP Darurat

Cadiskominfo: Tiga Wilayah Kaltim Masuk EMP Darurat

Kota Balikpapan memiliki 5 indikator yang lebih tinggi dari indikator nasional saat ini

Samarinda (ANTARA) – Kepala Otoritas Komunikasi dan Informatika (Cominfo) Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, mengatakan tiga wilayah di Kaltim telah ditetapkan sebagai PPKM darurat oleh pemerintah pusat, seperti Jawa dan Bali. …

“Balikpapan, Bontang dan Berau di Kaltim bertepatan dengan 9 kota lain di Kalimantan, atau 43 kota di luar Jawa Bali, yang telah ditetapkan untuk melaksanakan PPKM dalam keadaan darurat,” kata Muhammad Faisal, Kabid Perhubungan Provinsi Kaltim. Teknologi Informasi, dikutip Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Kamis (7/8).

Ia mengatakan, kebijakan pemerintah pusat sedang serius diikuti oleh pemerintah daerah masing-masing di Kaltim.

“Kota Balikpapan sudah mulai menerapkan PPKM darurat mulai hari ini Kamis (7 Agustus), sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah pusat. Dan walikota sudah tegas membuat komitmen ini dan berharap masyarakat disiplin untuk mematuhinya,” kata Faisal.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Shri Giuliarty, pengenalan pelayanan medis darurat di Balikpapan telah melampaui standar nasional yang ditetapkan untuk 5 indikator PMKM.

“Dinas Kesehatan Balikpapan melaporkan ada 5 indikator yang melebihi angka nasional saat ini di kota Balikpapan yaitu angka kematian, angka kesembuhan, kasus aktif, hunian tempat tidur dan jumlah tenaga kesehatan yang terpapar,” kata Faisal.

Terkait hal tersebut, Faisal juga menjelaskan terkait Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/4805/2021 tentang Indikator Penyusunan Upaya Kesehatan Masyarakat dan Kendala Sosial Dalam Penanganan Pandemi Covid-19, terutama mengenai tingkatan atau tingkatan kasus.

Faisal menjelaskan, untuk setiap indikator dibandingkan 100.000 penduduk, tertinggi adalah Tier 4, jumlah kasus terkonfirmasi di atas 150 per 100.000 penduduk per minggu, rawat inap di atas 30 per 100.000 penduduk per minggu, dan kematian lebih dari 5. 100.000 jiwa. populasi per minggu.

Pada level 3, jumlah kasus yang dikonfirmasi berada pada kisaran 50-150, dan untuk rawat inap, sekitar 10-30 per 100.000 penduduk per minggu. Kemudian 2-5 kematian per 100.000 penduduk per minggu.

Demikian pula tingkat 2. Jumlah kasus terkonfirmasi yang dilaporkan adalah 20-50, rawat inap 5-10, dan kematian 1-2 per 100.000 penduduk per minggu.

Selain itu, dalam Permenkes terdapat istilah “tingkat keadaan”.

“Sejauh ini, informasi untuk lima level situasi pandemi adalah sebagai berikut,” lanjutnya.
Situasi level 0 adalah situasi tanpa transmisi lokal, ”kata Wajah.

Situasi level 1 adalah situasi dimana tidak terjadi penularan, tetapi terdapat keterbatasan dalam penerapan upaya pencegahan penularan, atau jika kasus sudah ada, epidemi masih dapat dikendalikan dengan tindakan efektif pada kasus atau klaster kasus.

“Untuk situasi level 2, ini mewakili situasi insiden rendah di masyarakat,” tambah Faisal.

Situasi level 3 adalah situasi penularan di komunitas dengan kapasitas respons terbatas dan ada risiko layanan kesehatan tidak memadai.

Sedangkan situasi level 4 adalah saat transmisi tidak terpantau dengan bandwidth yang tidak mencukupi.

Artikel sebelumyaPraktisi IPB: Teknologi Digunakan untuk Memanusiakan Manusia
Artikel berikutnyaMenurut perkiraan terakhir, dua wilayah di Aceh masuk zona merah COVID-19.