Beranda Hukum Bupati Bogor Serukan Pelemahan Sektor Usaha Kecil di 4 PPKM

Bupati Bogor Serukan Pelemahan Sektor Usaha Kecil di 4 PPKM

Intinya adalah kami mendukung pelonggaran aturan untuk usaha kecil.

Cibinong, Bogor (ANTARA) – Bupati Bogor Ade Yassin mengaku telah mendorong sejumlah perubahan regulasi bagi sektor usaha kecil selama perpanjangan penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

“Pada dasarnya, kami mendukung penyesuaian regulasi untuk sektor usaha kecil, seperti arahan presiden, sehingga kami menerbitkan SK (ketetapan) untuk derivatif,” kata Ade Yassin, Senin di Sibinong, Bogor.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor mengatakan setidaknya ada lima aturan yang dia ubah melalui SK Bupati Bogor #443/385/Kpts/Per-UU/2021.

Pertama, pasar yang menjual kebutuhan pokok dapat dibuka seperti biasa dengan aturan kesehatan yang ketat. Pasar bagi masyarakat yang menjual barang-barang selain kebutuhan pokok sehari-hari kemudian bisa dibuka dengan kapasitas maksimal 50 persen sebelum pukul 15.00 WIB dengan protokol yang ketat.

Kedua, PKL, toko kelontong, voucher atau gerai ritel, penata rambut, binatu swalayan, pedagang asongan, bengkel kecil, cuci mobil, dan usaha kecil sejenis lainnya dapat buka hingga pukul 20.00 WIB.

Ketiga, warung atau warung makan, pedagang kaki lima, kios jajanan, atau tempat usaha terbuka lainnya boleh dibuka. Namun, dengan syarat waktu dan kapasitas terbatas hanya tiga orang. Kemudian bisa buka hingga pukul 20.00 WIB, dan waktu makan maksimal untuk setiap pengunjung adalah 20 menit.

Keempat, restoran, kafe yang terletak di gedung atau toko tertutup, baik di tempat individu maupun di pusat perbelanjaan, hanya dapat menerima pesanan untuk pengiriman.

Kelima, Angkutan Umum, Angkutan Umum, Taksi Reguler dan Online, serta Mobil Sewaan yang penumpangnya dibatasi maksimal 50% kapasitasnya karena mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

“Sisanya ketentuannya sama dengan PPKM Level 4 yang berlaku mulai 20-25 Juli 2021. PPKM Level 4 berlaku untuk 95 kelurahan di Jawa Bali yang sudah mendapatkan nilai Level 4, termasuk Kabupaten Bogor,” kata Ade Yassin.

Artikel sebelumyaDua penambang intan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, tewas terkubur
Artikel berikutnyaBMKG minta ditingkatkan pengalaman evakuasi mandiri pascagempa