Beranda Warganet BUMN Pariwisata Bantu Prostesis Jaga Kemandirian Disabilitas

BUMN Pariwisata Bantu Prostesis Jaga Kemandirian Disabilitas

Meningkatkan kesadaran untuk mendukung penyandang disabilitas membutuhkan kerjasama lintas sektor yang akan saling berinteraksi.

Sleman, DIY (ANTARA) – PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) menyumbangkan tiga kaki palsu kepada dua penyandang disabilitas. mendukung kemerdekaan mereka.

“Bantuan ini merupakan langkah nyata PT TWC untuk mendukung kemandirian yang membuka akses jaminan sosial bagi penyandang disabilitas. Ini adalah tujuan bersama untuk mewujudkan Indonesia yang lebih inklusif,” kata Founding Manager TJSL dan SME PT TWC Bambang Sarvo Eddy di Sleman, Kamis.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bambang Sarvo Eddy didampingi pendiri TJSL & SME AM Ismi kepada penerima manfaat yaitu Sudiyono Andi Nugroho dan Fitriyanto Santoso pada Rabu 4 Agustus 2021.

Menurutnya, PT TWC mendukung pemerintah Indonesia dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan toleran. Salah satu hal yang menjadi perhatian khusus adalah mendukung aspirasi dan kemandirian penyandang disabilitas agar mampu bertahan dalam kondisi pascapandemi.

“Di tengah pembatasan yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, kami tidak berhenti. Kami mengupayakan program-program yang dijalankan sesuai dengan nilai-nilai SDGs (Sustainable Development Goals) sebagai dasar pelaksanaan Program TJSL, termasuk terwujudnya kehidupan yang sehat dan sejahtera,” ujarnya.

Dikatakannya, PT TWC sangat concern dalam menciptakan ruang inklusif untuk pemberdayaan penyandang disabilitas.

“Salah satu masalah utama mereka adalah kesulitan mobilitas. Jadi dengan adanya alat ini akan membantu mereka untuk mobile sehingga bisa kembali aktif dan produktif,” ungkapnya.

Prostetik ini dilakukan selama hampir dua bulan. Prosesnya meliputi pengukuran awal, pemasangan kaki palsu, dan sentuhan akhir.

“Kami sedang mengerjakan prostesis ini dengan presisi sedemikian rupa sehingga penerima dapat memakainya dengan nyaman saat bepergian,” katanya.

Ia mengatakan, peningkatan kesadaran untuk mendukung penyandang disabilitas membutuhkan kerjasama lintas sektoral yang akan saling berinteraksi.

“Kami jelas tidak dalam posisi untuk berbuat banyak. Namun, kami ingin mengajak berbagai pihak untuk turut serta meningkatkan kesadaran dan bersatu padu untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini,” ujar Bambang Sarvo Eddy.

Ahli waris Judillono, Andi Nugroho (35) merasa beruntung dengan kaki palsunya. Dia terpaksa kehilangan kaki kanannya karena kecelakaan di tempat kerja. Itu membuatnya kehilangan harapan suatu hari nanti.

“Keluarga saya, terutama anak-anak saya, adalah yang pertama mendukung dan melepaskan apa yang terjadi. Saya merasakan semangat lagi,” ujarnya.

Warga Sambirejo Prambanan Sleman yang aktif bertani mengaku kaki palsu menjadi sumber semangat baru baginya untuk kembali beraktivitas di masa pandemi. Ia juga masih membiasakan memakai kakinya sesuai aktivitasnya.

“Kami jelas berterima kasih atas bantuan yang sangat dibutuhkan ini. Jika bukan karena bantuan ini, kami mungkin akan kesulitan, karena harganya cukup tinggi. Mudah-mudahan bisa terus kita pakai untuk kebutuhan produksi,” ujarnya.

Sementara itu, penerima manfaat lainnya, Fitriyanto Santoso (43), berharap program perawatan prostetik ini dapat diperluas untuk mengikutsertakan teman-teman penyandang disabilitas lainnya.

Seorang pria yang kehilangan dua kaki dalam kecelakaan mengemudi berterima kasih kepada PT TWC untuk kaki palsu yang sesuai dengan ukuran tubuhnya.

“Pasti banyak teman difabel yang sangat ingin aktif, ingin produktif, tapi menjadi pasif karena kekurangannya. Kami berharap bantuan ini dapat mencakup daerah lain juga, ”katanya.

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko di Sleman, DIY, Kamis (8/5/2021) menyumbangkan gigi palsu kepada penyandang disabilitas untuk menunjang kemandiriannya. (FOTO ANTARA / HO-PT TWC)

Artikel sebelumyaKelompok Sasaran: Aceh Singkil dan Aceh Tengah, Zona Merah COVID-19
Artikel berikutnyaBNPB: NTB Tingkatkan Ketahanan Pasca Gempa Agustus 2018