Beranda Warganet BRIN memperkuat penelitian di sumber energi baru dan terbarukan

BRIN memperkuat penelitian di sumber energi baru dan terbarukan

Jakarta (ANTARA) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendukung penguatan riset energi baru dan terbarukan (EBT) yang sejalan dengan apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokovi) dalam sambutannya di Sidang Tahunan DPR RI. Majelis Rakyat. Majelis Permusyawaratan (MPR).

Pidato Presiden juga disampaikan bersamaan dengan rapat gabungan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dalam rangka HUT ke-76 Republik Indonesia di Jakarta, Senin.

“BRIN memposisikan diri sebagai perantara untuk meningkatkan riset, serta memasuki industri R&D (riset dan pengembangan) dengan menyediakan berbagai infrastruktur,” kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko, Senin di Jakarta saat dihubungi ANTARA.

Dalam sambutannya, Presiden Jokovi mengatakan bahwa transisi ke sumber energi baru dan terbarukan, serta percepatan pembangunan ekonomi berbasis teknologi “hijau”, akan menjadi perubahan penting dalam perekonomian Indonesia.

Pemerintah Indonesia juga terus berupaya memperkuat kekuatan kajian nasional agar selaras dengan agenda pembangunan nasional.

Menanggapi hal tersebut, Handoko mengatakan BRIN dapat membantu para peneliti untuk dapat membuktikan penelitiannya secara ilmiah dan memenuhi standar regulasi, serta menjadi jembatan antara hasil penelitian dan industri terkait.

Penelitian energi terbarukan akan semakin difokuskan sehingga dapat berinovasi untuk memenuhi kebutuhan peningkatan jumlah sumber energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional.

“Sekarang bisa dilakukan dengan mengkonsolidasikan sumber daya di BRIN,” kata kepala BRIN.

BRIN menyatukan sumber daya iptek yaitu sumber daya manusia, anggaran dan infrastruktur, yang tersebar di berbagai kementerian atau lembaga sehingga dapat dimobilisasi dengan efisiensi yang lebih optimal melalui integrasi tersebut.

Konsolidasi sumber daya juga akan meningkatkan efisiensi anggaran dan program dalam penelitian dan inovasi dengan menghindari duplikasi atau duplikasi.

Sumber daya manusia yang terintegrasi juga dapat dimobilisasi untuk fokus pada penelitian di berbagai bidang, termasuk energi baru dan terbarukan. *

Artikel sebelumyaSosiolog: Pesan Presiden untuk saling peduli seharusnya mengkhawatirkan
Artikel berikutnyaDPRD: Rumah sakit swasta boleh diundang untuk vaksinasi jika jumlahnya terlalu besar.